More

    Sampah Tak Diangkut Berminggu-minggu! Warga Batam Ngamuk, DLH Dituding Lalai di Tengah Dugaan Korupsi Retribusi!

    Telegrapnews.com, Batam — Di tengah penyelidikan kasus dugaan korupsi retribusi sampah di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, keluhan warga soal buruknya layanan pengangkutan sampah makin memuncak. Warga dari berbagai perumahan menyuarakan kejengkelan mereka akibat jadwal pengangkutan yang makin tidak menentu, bahkan hingga dua minggu sampah tak kunjung diangkut.

    Di Perumahan Marina Raya, Batuaji, warga bernama Jui Sultan mengaku harus menyimpan sampah berhari-hari hingga menumpuk.
    “Kami bayar rutin Rp7.000 per bulan, tapi sampah diangkut seminggu sekali, kadang dua minggu. Bahkan terpaksa digantung di pohon,” ujar Rizki, geram.

    BACA JUGA:  Rempang Kembali Dibungkam: 312 Aparat Dikerahkan untuk Gusur Warga

    Kondisi serupa terjadi di Sagulung. Bobi Kurniawan mengecam DLH Batam atas buruknya armada yang digunakan.

    “Truk tua, pick-up kecil, pintu rusak, bak bocor, bau menyengat. Bagaimana bisa maksimal?” katanya.

    Ironisnya, di saat masyarakat membayar retribusi secara rutin, layanan yang diberikan justru mengecewakan. Bahkan ada warga yang membayar setahun penuh sebesar Rp108.000, namun sampah tetap dibiarkan menumpuk selama 10 hari.

    BACA JUGA:  Krisis Sampah di Batam, DPRD Panggil DLH Cari Solusi dalam RDP

    Di sisi lain, Polresta Barelang masih menyelidiki kasus dugaan korupsi retribusi sampah. Sudah 10 saksi diperiksa sejak Maret 2025, namun hingga kini publik belum mendapat kejelasan soal hasil penyelidikan.

    Warga Batam kini bertanya: ke mana sebenarnya dana retribusi sampah mereka selama ini? Jika tidak segera dibenahi, krisis sampah ini bisa berubah menjadi bencana lingkungan dan sosial yang lebih besar!

    BACA JUGA:  Pemerintah Kota Batam Belum Juga Serius Atasi Persoalan Sampah

    Editor: jd

    Baca berita lainnya

    Leave a reply

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini