More

    Presiden Jokowi Batal Ngantor di IKN Bulan Juli

    Telegrapnews.com, – Kabar belum siapnya Presiden Jokowi ngantor di IKN pada bulan Juli 2024, menjadi sorotan banyak pihak termasuk pendiri Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI), Hendri Satrio.

    Sebelumnya, Presiden Jokowi menyinggung adanya beberapa hal yang menjadi alasan pihaknya belum siap ngantor di IKN Kalimantan Timur pada bulan Juli 2024 ini.

    Jokowi mengungkap adanya laporan terkait kesiapan air dan listrik yang belum maksimal, meskipun pembangunan kantor presiden telah 80 persen.

    BACA JUGA:  Lantik Kepengurusan LBH, Satgas DPD TK II Batam Serta PAC Berikut Pesan Budi Bukti Purba

    “Airnya sudah siap belum? Listriknya sudah siap belum? Tempatnya sudah siap belum? Kalau sudah siap, pindah,” ujar presiden.

    “Sudah dapat laporan, tapi belum (siap),” lanjutnya.

    Dalam kritikannya di akun X nya, pendiri KedaiKOPI Hendri Satrio atau yang akrab disapa Hendsat mengkritik terkait kabar batalnya Jokowi ngantor di IKN, yang sebelumnya direncanakan pada bulan Juli 2024.

    BACA JUGA:  Kejati Kepri Terima Penyerahan Tersangka Narkotika Warga Negara India, Barang Bukti 106 Kg Sabu

    Dalam kritikannya Hendsat membandingkannya dengan perjuangan saat masa penjajah, menurutnya para pejuang tidak bergantung pada persediaan air atau listrik saat itu, namun tetap gigih untuk kepentingan bangsa dan negara.

    “Untung saja para pejuang, para pahlawan kita saat melawan penjajah gak tergantung ketersediaan air, gak tergantung ketersediaan listrik,” kritiknya.

    Tidak sampai di situ, pendiri KedaiKOPI tersebut menyebut bahwa para pejuang memiliki modal nasionalisme yang kuat untuk membawa bangsa ini lebih baik.

    BACA JUGA:  Imigrasi Batam Bakal Deportasi 21 ABK MT Arman

    “Mereka mengandalkan nasionalisme keberanian tidak ingin dijajah, kita pun merdeka,” lanjutnya.

    Diketahui, selain berencana akan ngantor di IKN pada bulan Juli, Jokowi pun pernah mengatakan berencana menggelar upacara HUT RI, 17 Agustus di IKN. (***)

    Baca berita lainnya

    Leave a reply

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini