More

    Ibu Sakit Jantung, Anak Idap Meningitis, Keluarga di Kabil Berjuang di Tengah Keterbatasan

    TelegrapNews.com – Rahmat berusia 12 tahun. Sejak lahir, bocah yang tinggal di kawasan Kabil, Batam, itu menderita meningitis. Kondisi kelahirannya yang prematur membuat perjalanan hidupnya berbeda dari anak-anak seusianya. Di rumah kontrakan, keluarganya berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menghadapi biaya pengobatan.

    Beban keluarga itu tak hanya datang dari kondisi Rahmat. Ibunya juga memiliki riwayat penyakit jantung. Ia telah dua kali menjalani pemasangan ring. Namun, menurut keterangan keluarga, kondisi jantungnya masih mengalami kebocoran dan membutuhkan penanganan medis lanjutan.

    BACA JUGA:  Melalui Restorative Justice, Kejati Kepri Selesaikan Kasus Penipuan di Batam

    Kondisi tersebut menarik perhatian Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polresta Barelang. Pada Selasa, 3 November 2026, sejumlah personel mendatangi kediaman Rahmat untuk melihat kondisinya sekaligus menyerahkan bantuan. Kunjungan itu dipimpin Iptu dr. Syarifah Helviza Aini bersama Brigpol Kamaluddin dan Vahira Ghufranni.

    “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga dan memberikan semangat bagi Rahmat dalam menjalani pengobatan,” ujar Iptu dr. Syarifah Helviza Aini.

    BACA JUGA:  Penumpang Super Air Jet Meninggal di Udara Saat Terbang dari Semarang ke Batam, Sempat Minta Oksigen!

    Dalam kunjungan itu, personel Sidokkes berdialog dengan keluarga untuk mengetahui kondisi kesehatan dan kebutuhan sehari-hari. Kedua orang tua Rahmat diketahui bekerja dengan penghasilan tidak tetap. Mereka juga harus memenuhi kebutuhan hidup di tengah keterbatasan ekonomi.

    Bantuan yang diserahkan memang tidak serta-merta menyelesaikan persoalan kesehatan keluarga tersebut. Namun, kunjungan itu setidaknya membuka perhatian terhadap kondisi warga yang membutuhkan dukungan.

    BACA JUGA:  Lik Khai Beri Rapor Merah untuk Drainese Batam

    Kegiatan sosial ini menjadi bagian dari pelayanan Polresta Barelang di luar tugas penegakan hukum. Kepolisian menyatakan ingin mendorong kepedulian terhadap warga yang menghadapi persoalan kesehatan dan ekonomi.

    Di sisi lain, keluarga seperti Rahmat membutuhkan perhatian yang lebih berkelanjutan, terutama menyangkut akses pemeriksaan dan pengobatan. Dukungan masyarakat dan pihak terkait diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut. (*)

    Baca berita lainnya

    Leave a reply

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini