More

    Kelalaian BU SPAM Batam: Air Tercemar, Banyak Warga Terserang Gatal hingga Penyakit Serius

    Telegrapnews.com, Batam – Ribuan warga Batam mengalami keresahan besar akibat kelalaian fatal Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (BU SPAM) Batam. Air tercemar alga hijau dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang 5 mengalir ke rumah-rumah warga, memicu dampak kesehatan serius seperti gatal-gatal, alergi, diare, bahkan muntaber.

    Media sosial dipenuhi keluhan warga yang marah dan kecewa. Komentar seperti “Badanku gatal-gatal habis mandi! Air hijau kayak racun!” mencerminkan kekesalan masyarakat.

    Beberapa pengguna dari akun tiktok @gudangberita melaporkan alergi parah, bruntusan, dan gejala serius lainnya.

    BACA JUGA:  Resmi Amsakar-Li Claudia Pimpin Kota Batam, KPU Tetapkan Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota

    Komentar Warga yang Resah

    “Badan ku gatal-gatal gara-gara air Batam sekarang ini! Abis mandi malah gatal,” tulis @Disaaaaaa.

    “Pantesan muka aku bruntusan parah, badan gatal-gatal sibuk garuk badan,” sebut @Tommy.

    “Air keruh, bau, ada cacing. Kembalikan pengelolaannya ke ATB!” kata @Sagi♐Maryatun.

    “Mandi bukannya bersih malah jadi penyakit. Badan bentol-bentol kayak alergi,” ungkap @Suryati Fajrida24.

    Kegagalan Fatal Manajemen Air Bersih

    Wakil Ketua DPRD Batam, Hendra Asman, menyebut insiden ini sebagai bukti buruknya pengelolaan air bersih. “Ini ancaman serius bagi kesehatan ribuan warga. Kelalaian ini tidak bisa hanya ditebus dengan permintaan maaf,” tegasnya.

    BACA JUGA:  Ngopi Bareng Kapolda Kepri Bersama Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Kepri, Wujud Sinergi Jaga Kondusifitas

    Masalah ini muncul akibat gangguan pada pompa dosing chemical di IPA Duriangkang 5, yang menyebabkan sekitar 3.600 meter kubik air tercemar terdistribusi ke jaringan rumah tangga.

    Direktur BU SPAM BP Batam, Denny Tondano, menyampaikan permintaan maaf dan memastikan operasional IPA Duriangkang 5 dihentikan sementara. Namun, proses pembersihan jaringan distribusi air masih berlangsung, membuat warga semakin gelisah.

    Ombudsman Kepri Desak Evaluasi Tata Kelola

    Kepala Ombudsman Kepri, Lagat P. Siadari, mengkritik minimnya langkah nyata BU SPAM dan operator PT Air Batam Hilir (ABHi).
    “Jika ini tidak segera ditangani, Batam bisa mengalami krisis air bersih yang lebih parah,” ujarnya.

    BACA JUGA:  Kementerian LH Versus Dinas LH Batam Soal Bahan Baku Limbah Elektronik dan Elektrik PT Esun Internasional Utama Indonesia

    Lagat juga mendorong BP Batam untuk mengevaluasi tata kelola BU SPAM dan mempertimbangkan tender ulang jika operator saat ini gagal memenuhi standar.

    Insiden ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan air bersih bukan hanya urusan bisnis, tetapi hak dasar bagi masyarakat Batam yang berjumlah 1,2 juta jiwa.

    Editor: dr

    Baca berita lainnya

    Leave a reply

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini