More

    Kapal Berisi Ribuan Goni Beras Ilegal Dicegat di Laut Batam, Diduga Milik Bos Besar!

    Telegrapnews.com, Batam – Dugaan skandal berdagang beras ilegal kembali mengguncang Kota Batam! Tim patroli dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepulauan Riau berhasil mengamankan satu kapal pengangkut ribuan goni beras ilegal yang hendak dikirim ke wilayah Sumatera.

    Kapal bernama KM Camar Jonathan 05 itu dicegat saat sedang berlayar. KM Camar ini membawa muatan besar beras bermerek lokal A-T dan R-P tanpa satu pun dokumen resmi yang sah.

    BACA JUGA:  Pemprov Kepri Dukung Program Sekolah Rakyat Prabowo, Dibangun di Rempang dan Galang pada Juli 2025

    Dugaan Milik Bos Besar Pemain Beras

    Yang lebih mengejutkan, berdasarkan informasi internal, muatan tersebut diduga milik dua importir raksasa asal Batam yang sudah dikenal luas di dunia perdagangan pangan.

    Keduanya disebut-sebut sebagai pemain lama yang kerap muncul dalam sorotan saat terjadi gonjang-ganjing distribusi pangan di wilayah Kepri.

    “Beras yang diamankan saat ini sudah dalam pengawasan kami. Kapal membawa ribuan goni beras tanpa dokumen kepabeanan dan karantina,” ujar salah satu pejabat Bea Cukai, Rabu (11/6/2025).

    BACA JUGA:  Kepergok Dorong Motor Curian Tengah Malam, Residivis di Batam Kembali Masuk Bui!

    Rantai Distribusi Ilegal

    Pengiriman ilegal tersebut diduga merupakan bagian dari rantai distribusi gelap yang merugikan negara dan masyarakat. Tak hanya merugikan dari sisi pajak dan bea masuk, praktik semacam ini juga disebut menyebabkan distorsi harga pasar dan potensi kelangkaan di beberapa wilayah.

    Nilai muatan belum diumumkan secara resmi, namun sumber menyebut angka kerugian negara bisa mencapai ratusan juta rupiah jika skema ini terus berjalan.

    BACA JUGA:  Polda Kepri Sampaikan rasa Terima Kasih dan Apresiasi Kepada Para KPPS

    Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung. DJBC Kepri juga tengah mendalami dugaan keterlibatan jaringan distribusi ilegal yang lebih besar, bahkan tidak menutup kemungkinan terjadinya praktik kartel di balik distribusi beras antar pulau.

    Skandal ini kembali menyorot lemahnya pengawasan dan celah hukum dalam pengiriman bahan pangan dari Batam ke luar daerah. Publik pun mendesak agar pemain-pemain besar di balik skenario gelap ini segera diungkap dan ditindak tegas.

    Editor: dr

    Baca berita lainnya

    Leave a reply

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini