More

    BBKSDA Riau Pastikan Buaya Lepas di Pulau Bulan Batam Tak Capai Ratusan

    Telegrapnews.com, Batam – Seksi Konservasi Wilayah II Batam Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau memastikan jumlah buaya yang lepas dari penangkaran milik PT Perkasa Jagat Karunia (PJK) di Pulau Bulan, Kota Batam, tidak mencapai ratusan ekor seperti yang sempat beredar.

    “Info awal dari PJK menyebutkan bahwa kabar tentang ratusan buaya lepas itu tidak benar. Kolam penangkaran memang memiliki 200 ekor buaya berukuran besar, dan ada pintu air yang memungkinkan dilewati sekaligus, tetapi tidak berarti semua buaya keluar,” kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BBKSDA Batam, Tommy Steven Sinambela, dikutip ANTARA, Rabu (15/1).

    BACA JUGA:  Operasi Pekat Seligi 2024: Tim Gabungan Razia Besar-Besaran di Batam, Temukan Sabu di Hotel Romance

    Menurut Tommy, buaya tersebut diperkirakan tidak jauh dari area penangkaran karena sudah terbiasa diberi makan.

    “Buaya penangkaran berbeda perilakunya dengan buaya liar. Mereka tidak akan kabur dengan cepat meskipun ada banjir, karena terbiasa diberi pakan,” jelasnya.

    Ia menambahkan bahwa buaya penangkaran memiliki tanda khusus berupa potongan pada sirip ekor, yang memudahkan identifikasi.

    BACA JUGA:  Hujan Deras Nyaris Picu Banjir Besar di Baloi Indah, Warga Resah Atas Penyempitan DAS Baloi

    “Disayangkan jika buaya liar di luar penangkaran tertangkap secara keliru, mengingat populasi buaya liar di wilayah ini juga banyak,” ungkap Tommy.

    Insiden lepasnya buaya terjadi pada Senin (13/1) pukul 07.00 WIB, saat hujan deras membuat tanggul atau tembok pagar penangkaran jebol. Hingga kini, tim masih bekerja di lapangan untuk menanggapi laporan masyarakat dan mengevakuasi buaya yang masih berada di luar.

    BACA JUGA:  BP Batam Tegaskan bahwa Penerima Konsesi Merupakan Subjek Pajak yang Wajib Memenuhi Kewajiban Pembayaran Pajak Air Permukaan

    “Meski tim bekerja malam, pagi ini tim PJK kembali bergerak merespons laporan terbaru,” pungkasnya.

    Editor: dr

    Baca berita lainnya

    Leave a reply

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini