More

    Dipaksa Minum Air Septiktank! Ketua LAM Batam Murka, Desak Penyiksa ART Dihukum Seberat-beratnya

    Telegrapnews.com, Batam — Jeritan kemanusiaan mengguncang Batam! Intan (20), seorang perempuan muda perantau asal Indonesia Timur, dipaksa hidup dalam neraka dunia oleh majikannya di kawasan elite Sukajadi. Tak hanya disiksa secara brutal, Intan dipaksa meminum air septiktank dan makan kotoran anjing—perlakuan yang bahkan tak layak diterima oleh binatang.

    Kisah memilukan ini memantik kemarahan luas. Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam, Dato’ Wira Setia Utama Raja Muhammad Amin, naik pitam. Ia mendesak aparat penegak hukum bertindak tegas dan menghukum pelaku seberat-beratnya.

    BACA JUGA:  Pria Ini Tikam Pengunjung Kafe yang Cuma Ingin Leraikan Cekcok, Pelaku Kabur ke Karimun tapi Akhirnya Ditangkap!

    “Bumi Melayu ini bukan tempat untuk menindas, apalagi menyiksa manusia! Ini penghinaan terhadap adat, agama, dan martabat kita!” tegas Dato’ Amin.

    Intan Disiksa Setahun, Tak Pernah Digaji

    Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan pada Minggu (22/6/2025), setelah komunitas Flobamora melakukan penggerebekan. Tubuh Intan penuh luka, wajah membengkak, dan ia mengalami trauma berat. Ironisnya, selama setahun bekerja, ia tak pernah digaji. Setiap bulan Rp1,8 juta miliknya diklaim untuk biaya listrik, sembako, bahkan perawatan anjing peliharaan majikan.

    BACA JUGA:  Komplotan Spesialis Gembos Ban Gasak Rp200 Juta dari Nasabah Bank di Batam

    “Dia direndahkan, dihina, bahkan dipaksa menyakiti dirinya sendiri. Ini kejahatan luar biasa,” ungkap Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus, perwakilan keluarga korban.

    Polisi Tetapkan Dua Tersangka, Ketua LAM: Ini Luka Kolektif Batam!

    Polresta Barelang menetapkan dua tersangka: R (majikan) dan M (ART lain yang ikut menyiksa karena ditekan). Keduanya dijerat UU Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Polisi juga membuka kemungkinan tersangka lain.

    BACA JUGA:  Patroli Skala Besar, Polresta Barelang Amankan 72 Motor Knalpot Brong

    “Kasus Intan ini bukan cuma soal hukum. Ini soal kemanusiaan, soal marwah! Kalau kita diam, besok bisa terjadi lagi!” ujar Dato’ Raja Amin lantang.

    Ketua LAM Batam itu menegaskan bahwa Batam adalah tanah yang menjunjung tinggi nilai-nilai martabat, bukan tempat untuk menyuburkan kekejian.

    Baca berita lainnya

    Leave a reply

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini