Headline

Ganti Menteri, Ganti Kurikulum? Abdul Mu’ti Beri Sinyal Evaluasi Kurikulum Merdeka

Telegrapnews.com, Batam – Ganti menteri, ganti kurikulum. Begitulah nasib kurikulum pendidikan di Indonesia. Pada tahun 2013, ada namanya Kurikulum K13, lalu era Nadiem berganti jadi Kurikulum Merdeka.

Sekarang era Nadiem Makarim sudah berahir. Masuk era Abdul Mu’ti sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. Lalu, apakah Kurikulum Merdeka juga akan berakhir di tangan menteri yang baru?

Baca juga: Mantan Sesmil Presiden Sarankan Mayor Teddy Mundur dari TNI Demi Jabatan Seskab

Ini jawaban Abdul Mu’ti usai sertijab menteri di Jakarta, Senin (21/10/2024).

Dia menegaskan bahwa dirinya tidak akan terburu-buru dalam memutuskan nasib Kurikulum Merdeka. Mu’ti menyatakan akan terlebih dahulu menghimpun masukan dari berbagai pihak sebelum membuat keputusan terkait kelanjutan kurikulum tersebut.

Mu’ti menyadari adanya polemik di masyarakat mengenai penerapan Kurikulum Merdeka dan mengaku ingin mengambil langkah yang lebih hati-hati.

“Kita tidak akan buru-buru mengambil kebijakan. Apalagi memang ada polemik yang sekarang masih terus terjadi di masyarakat,” ungkap Mu’ti kepada para wartawan usai acara sertijab.

Baca juga: Telkom Sediakan Layanan Telekomunikasi Digital Andal, Hingga Menjadi TV Pool Acara Pelantikan

Mu’ti juga mengakui bahwa penerapan Kurikulum Merdeka tidak sepenuhnya dapat dijalankan oleh semua satuan pendidikan. Oleh karena itu, ia memberikan sinyal bahwa kebijakan terkait kurikulum tersebut akan dievaluasi lebih lanjut.

“Ini kan masih baru, bahkan penerapannya walau sudah dinyatakan harus diterapkan semua, pada praktiknya belum semua satuan pendidikan bisa melaksanakannya. Jadi kita akan lihat lebih lanjut,” tambah Mu’ti seperti dikutip republika, Selasa (22/10/2024).

Menurutnya, kebijakan yang baik tidak bisa diputuskan dengan tergesa-gesa, melainkan perlu melibatkan masyarakat secara aktif. Ia juga menegaskan bahwa kebijakan yang akan diambil nantinya akan sejalan dengan arah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Kami ingin kebijakan Kemendikdasmen adalah kebijakan yang sesuai dengan aspirasi masyarakat. Tapi yang penting lagi, kebijakan tersebut harus menjadi bagian dari aktualisasi dan realisasi dari program presiden Prabowo dan Gibran,” tutup Mu’ti.

Editor: denni risman

Share

Recent Posts

  • News Update

Polandia Segera Larang Anak Sekolah Gunakan Ponsel, Indonesia Kapan?

Ilustrasi anak gunakan Ponsel. F. Istimewa TelegrapNews.com - Penggunaan telepon seluler akan dilarang di sekolah-sekolah…

4 jam ago
  • News Update

Operasi Ketupat Seligi: Waspada Potensi Tinggi Gelombang dan Pemudik Diharapkan Cek Jadwal Keberangkatan

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H. F. Istimewa…

6 jam ago
  • Nasional

Polisi Ungkap Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS

Kepala Divisi Hukum Kontras, Andrie Yunus (kiri) dan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, Indira…

23 jam ago
  • Batam

Kapolda Kepri Hadiri Peresmian Masjid Baitul Amin di Lanud Hang Nadim

Kapolda Kepri menghadiri peresmian masjid di Lanud Hang Nadim. F. Istimewa TelegrapNews.com – Kapolda Kepri…

1 hari ago
  • Batam

43 Ribu Penumpang Tinggalkan Batam, Arus Mudik Lebaran 2026 Berjalan Lancar dan Kondusif

Pemudik memadati pelabuhan domestik sekupang. F. Istimewa TelegrapNews.com - Arus mudik Lebaran 2026 di pelabuhan…

1 hari ago
  • Nasional

Para Menlu Uni Eropa Bertemu di Brussels Membahasan Ketegangan di Timur Tengah

Ilustrasi. Kapal Tangker melntas di Selat Hormuz. f Istimewa TelegrapNews.com - Menteri-menteri luar negeri Uni…

2 hari ago