More

    Kejati Kepri Gencarkan Program Jaksa Masuk Sekolah di Tanjungpinang: Bahas Narkoba, Bullying, dan Media Sosial

    Telegrapnews.com, Tanjungpinang — Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kejati Kepri) kembali menggencarkan Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran hukum sejak dini di kalangan pelajar. Kegiatan ini berlangsung di SMKN 3 Tanjungpinang dan SMKN 4 Tanjungpinang, dengan mengangkat tema penting: “Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (Napza), Anti Perundungan (Bullying), serta Bijak Bermedia Sosial”.

    Kegiatan JMS ini merupakan bagian dari Program Pembinaan Masyarakat Taat Hukum (BINMATKUM) dan bertujuan untuk membentuk karakter serta revolusi mental generasi muda sebagai penerus bangsa.

    Tim penyuluh hukum dipimpin langsung oleh Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Kepri, Yusnar Yusuf Hasibuan, S.H., M.H., bersama dengan Kasi I Robinson H.D. Sihombing, S.H., M.H., serta anggota tim lainnya yaitu Rama Andika Putra, Rafki Mauliadi, A.Md.T, dan Dodi.

    BACA JUGA:  3.870 Siswa Batam Dapat Subsidi SPP Sekolah Swasta! Cek Syarat dan Cara Dapat Bantuan dari Pemko

    Pemahaman Hukum tentang Napza untuk Pelajar

    Dalam sesi penyuluhan, Yusnar menjelaskan secara rinci tentang perbedaan narkotika dan psikotropika, dampak negatif penyalahgunaan Napza, hingga ancaman pidana berat yang diatur dalam UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ia menekankan bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak tubuh dan mental, tetapi juga masa depan generasi muda.

    “Penyalahgunaan narkotika dapat dikenakan hukuman sangat berat hingga pidana mati. Edukasi dini seperti ini penting agar siswa tahu bahaya dan hukuman hukum yang mengintai,” ujarnya.

    BACA JUGA:  Kejati Kepri Resmi Jalin Kerjasama dengan Bawaslu dan BPJS Kesehatan untuk Bidang Perdata dan TUN

    Bahaya Bullying di Kalangan Pelajar

    Sementara itu, Kasi I Robinson H.D. Sihombing membawakan materi mengenai bullying (perundungan). Ia menjelaskan bahwa bullying merupakan perilaku agresif yang dapat berdampak buruk, baik bagi korban maupun pelaku. Perundungan bisa berbentuk fisik, verbal, maupun siber.

    “Korban bullying bisa mengalami depresi, ketakutan, hingga kehilangan semangat belajar. Ini harus dicegah melalui kepedulian bersama,” kata Robinson.

    Bijak Gunakan Media Sosial

    Narasumber juga mengingatkan pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial, terutama bagi pelajar. Disampaikan pula mengenai dampak positif dan negatif media sosial, serta dasar hukum dari UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), yang mengatur segala bentuk aktivitas digital termasuk penyebaran hoaks dan kejahatan siber.

    BACA JUGA:  Pemberdayaan K3 untuk Nelayan Pulau Buluh Tingkatkan Kesejahteraan dan Kualitas Hidup

    Sesi Interaktif dan Antusias Siswa

    Acara ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para siswa sangat antusias bertanya seputar hukum narkoba, bullying, dan penggunaan media sosial yang aman dan etis.

    Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Sekolah SMKN 3 Tanjungpinang, Samsul Hadi, S.Pd, M.Pd, dan Kepala Sekolah SMKN 4 Tanjungpinang, Yayuk Sri Mulyani Rahayu, S.Pd., M.M, serta Budi Susilo, S.Pd, Pembina Karakter Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi Kepri. Kegiatan ini diikuti oleh 650 siswa di SMKN 3 dan 150 siswa di SMKN 4 Tanjungpinang.

    Penulis: lcm

    Baca berita lainnya

    Leave a reply

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini