Nasional

Ketum PBNU Dukung Indonesia Gabung Board of Peace Bikinan Trump

Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. f istimewa

TelegrapNews.com – Dukungan terhadap keputusan Indonesia bergabung dengan Board of Peace yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump datang dari Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Menurut dia, sejauh ini belum ada alternatif platform lain untuk membangun konsolidasi internasional demi perdamaian Palestina.

Hal itu menjadi salah satu landasan bagi Gus Yahya untuk mendukung keputusan pemerintah yang dikritisi oleh banyak pihak. Lewat keterangan yang disampaikan kepada awak media usai peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 NU di Istora Senayan, Jakarta Selatan (Jaksel) hari ini (31/1), Gus Yahya menekankan kembali dukungan itu.

”Pandangan yang kemarin saya sampaikan mengenai Board of Peace, itu terkait dengan nilai-nilai bahwa kita harus terus membantu Palestina. Sebagian orang mungkin tidak setuju dengan Board of Peace itu, mengenai sejumlah elemen-elemen atau dimensinya. Tetapi, persoalannya adalah bahwa saat ini belum ada alternatif platform untuk mengupayakan, untuk membangun satu upaya internasional dengan konsolidasi internasional untuk perdamaian Palestina,” terang dia.

Gus Yahya mengakui, pandangan itu dia sampaikan bukan melalui rapat atau perundingan di internal PBNU. Sebab, tidak semua isu atau persoalan yang berkembang harus dirapatkan. Namun, dia memastikan bahwa pandangan tersebut disampaikan sesuai dengan landasan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang dipegang oleh NU.

”Karena ini baru muncul, satu-satunya saat ini, sementara alternatif dari yang lain belum ada, maka kita berdasarkan visi dari proklamasi kemerdekaan Indonesia tidak boleh tinggal diam, tidak boleh tidak ikut serta di dalam inisiatif itu. Tentu saja untuk kepentingan membantu bangsa Palestina, bukan untuk yang lain,” tegasnya.

Dalam peringatan Harlah ke-100 NU tersebut, Presiden Prabowo Subianto sempat dijadwalkan hadir secara langsung ke Istora Senayan. Namun, sampai menjelang acara dimulai, Prabowo tidak hadir. Dia kemudian diwakilkan oleh Ketua MPR Ahmad Muzani. Menurut Gus Yahya, presiden batal hadir karena ada tugas kenegaraan lain yang tidak bisa diwakilkan.

”Memang pada saat terakhir (sebelum acara dimulai), beliau (Prabowo) mungkin berhalangan karena ada tugas lain. Kami mendengar ada beberapa tugas negara terkait dengan tamu-tamu negara,” jelasnya.(*)

sumber: jawapos.com

Share

Recent Posts

  • Batam

Cegah Balap Liar dan Kejahatan Jalanan, Polda Kepri Gelar Patroli Malam

TelegrapNews.com – Polda Kepulauan Riau (Kepri) meningkatkan patroli malam dan razia balap liar di sejumlah…

9 jam ago
  • Batam

Orasi di IIBN Batam, Purnomo Yusgiantoro Tekankan Strategi Hadapi Ancaman Siber

Purnomo Yusgiantoro foto bersama dengan manajemen IIBN. F. Istimewa TelegrapNews.com– Penguatan kecerdasan buatan atau Artificial…

1 hari ago
  • Otomotif

Honda Genio Tampil Makin Retro, Hadir dengan Warna Baru Vibrant Blue dan Glossy Grey

TelegrapNews.com – PT Astra Honda Motor (AHM) menyegarkan tampilan New Honda Genio dengan menghadirkan pilihan…

1 hari ago
  • Batam

Nelayan 22 Tahun Ditemukan Meninggal di Perairan Pulau Nipah Batam, Sempat Terlihat Melompat ke Laut

TelegrapNews.com – Seorang nelayan berinisial DN (22), asal Tanjungbalai, Sumatera Utara, ditemukan meninggal dunia di…

1 hari ago
  • News Update

Empat Personel Polda Kepri yang Terlibat Narkoba akan Ditindak Tegas

Kapolda Kepri bersama dengan Kabid Humas Polda Kepri. F. Istimewa TelegrapNews.com – Kapolda Kepulauan Riau…

1 hari ago
  • Ekonomi

Harris Hotel Batam Hadirkan Saturday Night Grill, Ini Harga dan Pilihan Menunya

TelegrapNews.com – Harris Hotel Batam Center memperluas penawaran bisnis kulinernya melalui program Saturday Night Grill…

2 hari ago