TelegrapNews.com – Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian di Lebanon Selatan menyebabkan 3 prajurit TNI gugur. Atas peristiwa tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menuntut investigasi menyeluruh.
Menurut Djamari, Pemerintah Indonesia juga menuntut agar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaksanakan penyelidikan secara cepat, transparan, dan komprehensif. Dia menekankan bahwa harus ada pelaku yang dimintai pertanggungjawaban secara hukum tanpa adanya kekebalan.
”Serangan berulang terhadap personel Indonesia merupakan tindakan yang tidak dapat diterima dan mencerminkan rendahnya komitmen terhadap jaminan keselamatan pasukan perdamaian oleh pihak yang bertikai,” terang Djamari dalam keterangan resmi dikutip pada Kamis (2/4).
Baca Juga:Ramalan Zodiak Virgo 2 April 2026: Mulai dari Cinta, Karir, Kesehatan dan Keuangan
Atas insiden tersebut, Pemerintah Indonesia sudah mendorong Dewan Keamanan PBB untuk bertindak tegas, bersatu, dan konsisten dalam menindaklanjuti hasil penyelidikan demi menjamin keselamatan pasukan penjaga perdamaian yang hingga kini masih bertugas di Lebanon Selatan.
Lebih lanjut, Kemenko Polkam sebagai Pengarah Tim Koordinasi Misi Pemeliharaan Perdamaian (TKMPP) akan memperkuat koordinasi dan sinergi lintas kementerian dan lembaga. Utamanya dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan), TNI, dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu).
”Guna memastikan keselamatan personel di daerah penugasan, termasuk melalui peninjauan ulang protokol keamanan yang disesuaikan dengan perkembangan situasi di wilayah konflik Lebanon selatan,” imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, pada Senin (30/3), Mabes TNI telah merilis data-data prajurit TNI yang terdampak konflik tersebut. Yakni Praka Farizal Rhomadhon yang dinyatakan gugur serta Praka Rico Pramudia yang dilaporkan menderita luka berat. Selain itu ada Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan yang mengalami luka ringan.
”Dalam penanganan, dua orang prajurit yang mengalami luka ringan telah mendapatkan perawatan di Hospital Level I UNIFIL. Sementara itu, satu orang prajurit dengan luka berat telah dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut,” kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah.
Selasa (31/3), Kementerian Pertahanan (Kemhan) sudah memastikan bahwa jumlah prajurit TNI yang meninggal dunia di tengah misi menjaga perdamaian dunia bertambah menjadi 3 orang. Selain Praka Farizal, Kapten Infanteri Zulmi dan Sertu Ihwan juga dinyatakan gugur.
”Perkembangan terbaru yang diterima pada 30 Maret 2026 menunjukkan kembali terjadinya insiden di wilayah Lebanon Selatan yang berdampak pada personel Satgas TNI yang sedang melaksanakan tugas pengawalan untuk mendukung kegiatan operasional UNIFIL. Dalam insiden tersebut, dua prajurit TNI dilaporkan gugur,” terang Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Sirait.
Selain itu, Rico menyampaikan bahwa 2 prajurit lainnya mengalami luka berat. Para prajurit yang mengalami luka saat ini telah mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan di Beirut. Dia menyatakan bahwa insiden terjadi di tengah meningkatnya intensitas pertempuran di wilayah tersebut, dan hingga saat ini penyebab pasti kejadian masih dalam proses investigasi oleh pihak UNIFIL sesuai mekanisme yang berlaku.(*)
sumber: jawapos.com
Ilustrasi emas. f istimewa TelegrapNews.com - Harga emas Antam yang dipantau di laman Logam Mulia…
Lokasi gempa di Maluku Utara. f dok BMKG TelegrapNews.com - Koordinator Bidang Data dan Informasi…
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, meninjau langsung…
Penandatanganan nota kesepahaman tentang iklim investasi. F. Istimewa Telegrapnews.com - Dalam upaya memperkuat keamanan objek…
Prabowo Subianto (kanan) didampingi Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi saat memeriksa pasukan jajar kehormatan dalam…
Pembukaan laboratorium sosial sains polri. F. Istimewa TelegrapNews.com- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya…