More

    Miris! 60 Kuli Bangunan dari Cianjur & Sukabumi Terjebak di Batam, Gaji 1 Bulan Raib Dibawa Mandor

    Telegrapnews, Batam – Nasib memilukan menimpa puluhan kuli bangunan asal Cianjur dan Sukabumi. Mereka terjebak di Batam tanpa uang sepeser pun setelah gaji satu bulan dibawa kabur oleh mandor proyek.

    Informasi yang dihimpun, para pekerja berangkat ke Batam pada 4 Juli 2025 setelah diajak oleh seorang warga Sukabumi yang berperan sebagai mandor. Janji manis pekerjaan dengan gaji bulanan membuat 60 orang rela meninggalkan kampung halaman. Namun, mimpi itu berubah jadi mimpi buruk.

    BACA JUGA:  Estetika Kota Jadi Taruhan, Reklame Ilegal di Batam Dibongkar Total!

    Saat waktu gajian tiba, sang mandor justru menghilang bersama seluruh uang yang seharusnya menjadi hak para kuli. Lebih tragis lagi, mereka diusir dari mess proyek setelah kontrak kerja selesai, membuat sebagian besar tak punya tempat tinggal.

    Salah satu korban, Sarip, asal Kecamatan Pagelaran, Cianjur, mengirimkan video kepada keluarganya yang memperlihatkan kondisi memprihatinkan mereka. “Saudara saya berangkat untuk kerja di proyek bangunan sebulan, tapi malah gajinya dibawa kabur mandor,” ujar Putri Setiawati (31), keluarga korban, Selasa (12/8/2025).

    BACA JUGA:  Mau Liburan Tengah Juni? Ini Jadwal KM Kelud Jakarta–Batam–Medan, Segera Booking Tiket Sebelum Kehabisan!

    Menurut Putri, sebagian kuli sudah bisa pulang berkat bantuan keluarga. Namun, mereka yang tidak memiliki biaya masih terjebak di Batam. “Kami berharap pemerintah membantu pemulangan, karena keluarga di kampung tidak punya cukup uang,” katanya.

    Bupati Cianjur, Muhammad Wahyu, menegaskan akan berkoordinasi dengan penegak hukum agar hak para pekerja dipenuhi.

    “Kami usahakan mereka bisa pulang atau mendapatkan pekerjaan pengganti di Batam,” ujarnya seperti dikutip detikjabar, Rabu (13/8/2025).

    BACA JUGA:  Listrik Mati Hari Ini di Batam! Cek Daerah Terdampak dan Jam Pemadaman oleh PLN

    Kasus ini menjadi pengingat keras akan risiko bekerja di luar daerah tanpa kontrak dan pengawasan resmi. Pemerintah diminta segera turun tangan agar nasib para pekerja tidak semakin terpuruk.

    Editor: dr

    Baca berita lainnya

    Leave a reply

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini