Headline

Nelayan Bulang Batam Minta Perusahaan Transparan Jumlah Buaya yang Lepas dari Penangkaran

Telegrapnews.com, Batam – Nelayan di Kecamatan Bulang dan sekitarnya, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, masih dihantui keresahan akibat buaya yang lepas dari penangkaran di Pulau Bulan. Sampai saat ini, jumlah pasti buaya yang berada bebas di perairan daerah itu belum dapat dipastikan.

Sapet, seorang nelayan setempat, menyebutkan bahwa belasan ekor buaya telah berhasil ditangkap oleh warga pesisir pasca-jebolnya tanggul penangkaran pada Senin dinihari lalu.

“Kami minta agar perusahaan dan pihak lainnya terbuka soal jumlah buaya yang lepas, biar kami bisa menangani bersama-sama,” ujarnya pada Jumat, 17 Januari 2025.

Keresahan nelayan semakin besar, karena banyak yang merasa cemas melaut di tengah musim panen ikan dingkis untuk kebutuhan perayaan Tahun Baru Imlek. Beberapa nelayan yang terpaksa melaut pun harus berbagi hasil tangkapan dengan teman mereka untuk mengurangi risiko.

Kapolsek Bulang Ralat Jumlah Buaya Lepas

Kapolsek Bulang, Iptu Adyanto Syofyan, mengonfirmasi bahwa sejauh ini sudah 14 ekor buaya berhasil ditangkap. Dia juga meralat informasi awal yang menyebutkan hanya lima ekor buaya yang lepas. Berdasarkan penemuan terbaru, diperkirakan ada sekitar 20 ekor buaya yang lepas. Tangkapan terjauh ditemukan di Pulau Geranting.

Untuk penanganan lebih lanjut, tim terpadu telah dibentuk dengan waktu satu minggu untuk mempercepat pencarian dan penghitungan jumlah buaya yang masih berkeliaran. Tim ini berpusat di posko TNI Angkatan Laut di Pulau Mengkada.

“Jika warga menemukan buaya, tim akan bergerak ke lokasi,” terang Adyanto.

Masyarakat yang berhasil menangkap buaya tersebut juga akan mendapatkan bantuan minyak (solar) dan sagu hati sebagai apresiasi.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau, Tommy Sinambela, membenarkan informasi tersebut. Dia menjelaskan bahwa PT. Perkasa Jagat Karunia (PT PJK) telah beroperasi di Pulau Bulan sejak 1990, dengan tiga kolam penangkaran buaya yang berisi total sekitar 500 ekor.

Namun, Wakil Ketua I DPRD Kota Batam, Aweng Kurniawan, menyarankan agar pihak perusahaan dan lokasi penangkaran segera diperbaiki untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Ia juga mencatat beberapa hal yang perlu dijawab terkait legalitas dan status operasional PT PJK.Serta apakah aktivitas ekspor buaya dilakukan dengan buaya mati atau kulitnya saja.

DPRD Kota Batam rencananya akan memanggil pihak perusahaan untuk memberikan klarifikasi lebih lanjut terkait masalah ini.

Sementara itu, dampak kejadian ini telah dirasakan langsung oleh warga. Terutama nelayan yang merasa terancam akibat buaya yang berkeliaran di sekitar perairan mereka.

Editor: dr

Share

Recent Posts

  • Kepri

Sudah Berhubungan sejak 2014, Sekuntum Bunga di Hari Valentine dari Robby Kurniawan untuk Ayu Aulia

Ayu Aulia saat berkunjung ke Graha PWI Kepri. F. TelegrapNews.com TelegrapNews.com — “Valentine baru-baru ini…

6 jam ago
  • Kepri

Ayu Aulia Kunjungi Graha PWI Kepri Curhat Hubungannya dengan Bupati Bintan Roby Kurniawan

Ayu Aulia saat berkunjung ke Graha PWI Kepri. F. Dok TelegrapNews.com TelegrapNews.com - Selebgram Ayu…

13 jam ago
  • Kepri

Huzrin Hood Soroti Pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa yang akan Telan Anggaran Rp 101 Miliar

Huzrin Hood. f.wikipedia TelegrapNews.com – Tokoh pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Huzrin Hood, angkat suara…

1 hari ago
  • Batam

BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan OSS sejak September 2025 hingga September 2026

Gedung mall pelayanan publik. F. Istimewa TelegrapNews.com - Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat sebanyak 1.182…

1 hari ago
  • Batam

506 Ribu Batang Rokok Ilegal Diamankan, Potensi Kerugian Negara Capai Rp 493,6 Juta

Rokok yang diamankan bea cukai. F. Istimewa TelegrapNews.com - Bea Cukai Batam kembali memperkuat pengawasan…

2 hari ago
  • Kepri

Polda Kepri Hadiri Ziarah dan Tabur Bunga Peringatan Hari Jadi ke 24 Provinsi Kepri

Tabut bunga memperingati HUT Provinsi Kepri. F. Istimewa TelegrapNews.com – Polda Kepulauan Riau melalui Irwasda…

2 hari ago