Batam

Nelayan Pulau Bulang Batam Resah Akibat Buaya Lepas, PT PJK Diminta Bertanggung Jawab

Telegrapnews.com, Batam – Masyarakat nelayan di Kecamatan Pulau Bulang, Kota Batam, Kepulauan Riau, belum bisa melaut seperti biasa setelah penangkaran buaya milik PT Perkasa Jagat Karunia (PJK) di Pulau Bulan jebol pada 13 Januari 2025.

Sejak kejadian itu, masyarakat lokal dan aparat telah menangkap sedikitnya 32 ekor buaya yang lepas.

Namun, ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Nelayan Pulau Bulang, Mohammad Sapet, menyatakan bahwa masyarakat masih resah karena jumlah buaya yang lepas belum bisa dipastikan.

“Kabar tentang lima ekor buaya yang lepas terus berkembang, ternyata jumlahnya puluhan ekor,” ujar Sapet seperti dilansir tempo, Selasa (21/1/2025).

Ia menjelaskan bahwa para nelayan masih takut melaut, bahkan untuk mendatangi pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Bulan. Ketika nelayan tidak melaut, mereka berpotensi kehilangan penghasilan sekitar Rp 200 ribu per hari.

Sapet juga berharap pemerintah meminta pertanggungjawaban dari PT PJK terkait kerusakan penangkaran yang merugikan masyarakat lokal.

“Kami minta kompensasi kepada perusahaan, jika tidak dalam bentuk uang, setidaknya bantuan sembako bagi warga yang belum bisa melaut,” tambah Sapet.

Jumlah Buaya Lepas Belum Diketahui

Kepala Satuan Kerja Wilayah II Batam BKSDA Riau, Tommy Sinambela, mengungkapkan bahwa unitnya sedang berupaya mengeringkan kolam penangkaran untuk memastikan jumlah buaya yang kabur. Sebelum jebol, kolam penangkaran milik PT PJK tercatat dihuni sekitar 500 ekor buaya.

“Kami akan mengurangi jumlah dengan stok awal untuk mengetahui berapa ekor yang lepas,” katanya pada Jumat, 17 Januari 2025.

Tommy juga menambahkan bahwa PT PJK memiliki izin penangkaran buaya, izin edar dalam negeri, dan izin edar luar negeri, dan perusahaan tersebut dikenal sering mengekspor kulit buaya. Meskipun izin PT PJK sedang diperpanjang, BKSDA memastikan bahwa perusahaan tersebut memiliki izin resmi.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor Bulang, Inspektur Satu Adyanto Syofyan, menyatakan bahwa tanggul kolam penangkaran buaya jebol akibat hujan berintensitas tinggi yang turun selama tiga hari.

“Perusahaan ini sudah beroperasi puluhan tahun, baru kali ini terjadi insiden besar,” ujar Syofyan, yang menambahkan bahwa PT PJK telah beroperasi di Pulau Bulan sejak 1990.

Editor: dr

Share

Recent Posts

  • Batam

Hotel, Pusat Perbelaanjaan dan Kawasan Komersil Bisa Kerjasama dengan Pihak Swasta yang Berizin dalam Pengangkutan Sampah

Petugas kebersihan dari pihak swasta sedang melakukan pengangkutan sampah komersil. F. Istimewa TelegrapNews.com- Pemko Batam…

11 jam ago
  • Hukum Kriminal

Pelaku Curanmor di Batuaji Ditangkap Saat Menginap di Sebuah Hotel di Lubukbaja

Pelaku Curanmor PRPJ ditangkap polisi di sebuah hotel di Lubukbaja. F. Istimew TelegrapNews.com - Polsek…

16 jam ago
  • Batam

Batam Siaga El Nino, Agustus-September Diprediksi jadi Puncak Musim Kemarau

Ilustrasi musim kemarau. F. Istimewa TelegrapNews.com - Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memaksimalkan pengelolaan air…

19 jam ago
  • Nasional

KPK Sebut Mantan Menag Yaqut Siapkan 1 Juta Dolar AS untuk Pengaruhi Pansus Angket Haji DPR RI

Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas saat menjalani persidangan. F. Istimewa TelegrapNews.com - Jaksa Penuntut Umum…

21 jam ago
  • Batam

Belum Disensus, Jangan Khawatir Berikan Data Kepada Petugas

TelegrapNews.com- Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan oleh Badan…

21 jam ago
  • Batam

Apresiasi Mabes Polri, Ketua IPK Batam Devin Hutabarat Berharap Manajemen HH Club Planet 3.0 Pub & KTV Diproses Hukum

Ketua IPK Kota Batam Devin Hutabarat. F. Istimewa TelegrapNews.com- Penggrebekan HH Club Planet 3.0 Pub…

1 hari ago