More

    Pendaftaran IMEI Ponsel di Batam Turun Drastis, Bea Cukai Perketat Pengawasan

    Telegrapnews.com, Batam – Bea Cukai Batam mencatat penurunan signifikan dalam pendaftaran International Mobile Equipment Identity (IMEI) ponsel pada awal tahun 2025. Dalam sehari, hanya ada sekitar 30-50 pendaftaran IMEI yang dilayani, jauh menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai ratusan pendaftaran per hari.

    “Turun drastis sekarang (pendaftaran IMEI). Tahun lalu, sehari itu bisa sampai ratusan,” ujar Kepala Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah, di Kantor BC Batam, Batuampar, Rabu (22/1).

    BACA JUGA:  Hujan Deras, Ribuan Umat Islam Batam Laksanakan Salat Idulfitri 1446 H di Masjid Agung

    Zaky menjelaskan bahwa penurunan ini disebabkan oleh pengawasan yang semakin ketat dan peningkatan sosialisasi mengenai bahaya penggunaan data pribadi pada ponsel milik orang lain. Pihak Bea Cukai Batam juga melakukan verifikasi lebih ketat terhadap pendaftaran yang menggunakan KTP luar Batam.

    “Akhir tahun kemarin lebih kita perketat. Kalau misalnya ada beberapa orang dan KTP-nya bukan Batam kita lakukan penelitian,” katanya.

    BACA JUGA:  Kericuhan Pencari Kerja di Batam: Ratusan Pelamar Berdesakan dalam Rekrutmen PT Letsolar Energy

    Menurut Zaky, aturan pendaftaran IMEI yang baru mengharuskan penumpang untuk melakukan pendaftaran ulang hanya setelah satu tahun sejak registrasi terakhir. Aturan ini sejalan dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 36 tahun 2023 tentang kebijakan impor.

    “Batam masih menjadi jalur utama pendaftaran karena letaknya yang strategis, berbatasan langsung dengan Singapura,” ungkap Zaky seperti dilansir jawapos.

    BACA JUGA:  Ketua PWI Batam Dikeroyok, Kapolresta Barelang Janji Tetapkan Tersangka Pelaku Pelanggar Marwah Jurnalis

    Namun, meski ada penurunan pendaftaran, Batam masih menjadi jalur utama penyelundupan ponsel ilegal, terutama ponsel bekas asal Singapura.

    Pada akhir tahun lalu, Polsek Kawasan Bandara Hang Nadim Batam mengamankan 215 unit ponsel jenis iPhone dan Redmi yang IMEI-nya tidak terdaftar. Ponsel-ponsel tersebut rencananya akan dibawa ke Jakarta.

    “Ini ponsel bekas asal Singapura, dan IMEI-nya tidak terdaftar,” tutup Zaky.

    Editor: dr

    Baca berita lainnya

    Leave a reply

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini