Headline

PPN Naik Jadi 12% Mulai 1 Januari 2025, Hanya Berlaku untuk Barang Mewah: Apa Saja?

Telegrapnews.com, Batam – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengklarifikasi kebijakan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% yang akan diberlakukan mulai 1 Januari 2025.

Kenaikan ini hanya berlaku untuk barang-barang mewah, seperti mobil, rumah, dan apartemen mewah, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

“Kenaikan ini hanya untuk barang yang tergolong mewah, seperti mobil mewah, apartemen mewah, dan rumah mewah,” ujar Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco, dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan.

Baca juga: KMP Jagantara Kandas di Perairan Bakauheni, Tim SAR Evakuasi Penumpang

Barang Lain Tetap 11%

Dasco menegaskan, untuk barang-barang kebutuhan masyarakat umum, tarif PPN tetap sebesar 11%. “Barang-barang pokok dan pelayanan yang langsung menyentuh masyarakat tetap dikenakan tarif yang sekarang, yaitu 11%,” tambahnya.

DPR juga mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto agar tarif PPN untuk kebutuhan pokok diturunkan guna meringankan beban masyarakat. Usulan ini masih dalam tahap kajian oleh pemerintah.

“Presiden menyatakan akan mempertimbangkan dan mengkaji usulan dari masyarakat maupun DPR terkait penurunan tarif PPN pada kebutuhan pokok,” jelas Dasco.

Baca juga: Polda Kepri Tertibkan 26 Juru Parkir Liar di Batam

Kriteria Barang Mewah

Jenis barang yang dikenakan tarif PPN 12% mencakup barang mewah yang sebelumnya juga sudah dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 141/PMK.010/2021, kendaraan bermotor yang tergolong mewah meliputi:

1. Kendaraan dengan kapasitas mesin hingga 3.000 cc dikenai PPnBM dengan tarif 15%-40%.
2. Kendaraan dengan kapasitas mesin 3.000-4.000 cc dikenai PPnBM sebesar 40%-70%.
3. Kendaraan beroda dua atau tiga dengan kapasitas mesin lebih dari 500 cc dikenai PPnBM hingga 95%.

Dasco menambahkan, langkah ini diambil untuk menyeimbangkan penerimaan negara dari sektor pajak tanpa membebani masyarakat kelas menengah ke bawah.

Rapat Khusus Pemerintah

Pemerintah tengah mengadakan rapat internal dengan sejumlah menteri, termasuk Menteri Keuangan, untuk menyusun keputusan terkait usulan DPR dan masukan masyarakat. Hasil kajian tersebut akan diumumkan dalam waktu dekat.

Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap dapat mengoptimalkan penerimaan pajak sambil tetap melindungi kebutuhan masyarakat luas.

Editor: dr

Share

Recent Posts

  • Batam

Kapolda Kepri dan PLN Perkuat Koordinasi Pengamanan Infrastruktur Kelistrikan

Kapolda Kepri bersama dengan PLN Batam saat menggelar koordinasi. F. Istimewa TelegrapNews.com – Kapolda Kepulauan…

10 jam ago
  • News Update

Pemulihan Listrik PLN Capai 100%, BP Batam Turun Langsung Kawal Layanan dan Dunia Usaha

F. Istimewa telegrapNews.com - Pemadaman listrik yang meluas di Batam pada Senin (12/10) menjadi ujian…

12 jam ago
  • Batam

Di Bawan Danantara, PLN Pastikan Tingkatkan Pelayanan

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria. F. Dok antara TelegrapNews.com— Danantara Indonesia menegaskan…

13 jam ago
  • News Update

Blackout Kota Batam, Ta’in Komari : Ulah Monyet itu Tak Logis

Tain Komari. f. Istimewa TelegrapNews.com - Gangguan sistem kelistrikan di Kota Batam yang menyebabkan pemadaman…

1 hari ago
  • News Update

Batam Diselimuti Asap, Kasus ISPA di Kepri Tembus 4.415

Foto. Khairul Mufti/ TelegrapNews.com SEORANG pekerja mengecat gedung bertingkat di kawasan dekat Bundaran Ocarina, Batamcenter,…

1 hari ago
  • Batam

Kabut Asap Semakin Pekat, Udara Batam Sangat Tidak Sehat

Udara Batam kategori sangat tidak sehat karena asap. F. Istimewa TelegrapNews.com - Kabut asap masih…

1 hari ago