
Telegrapnews.com – Pemerintah Venezuela menyatakan tetap bersatu mendukung Presiden Nicolas Maduro meski ia ditangkap oleh Amerika Serikat.
Dilansir dari laman Reuters pada Senin (5/1), Pernyataan tersebut disampaikan pejabat tinggi pemerintah di tengah ketidakpastian politik yang melanda negara tersebut.
Penangkapan itu dinilai sebagai bentuk campur tangan langsung Washington terhadap kedaulatan Venezuela.
Nicolas Maduro saat ini ditahan di New York dan dijadwalkan menjalani sidang atas tuduhan narkoba.
Pemerintah Venezuela menyebut penahanan tersebut sebagai penculikan ilegal terhadap kepala negara yang sah. Di Caracas, struktur pemerintahan Maduro tetap berjalan dan berada dalam kendali penuh.
Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello menegaskan bahwa hanya ada satu presiden Venezuela, yakni Nicolas Maduro Moros.
Cabello turut menyerukan kepada seluruh pendukung pemerintah agar tidak terpancing provokasi pihak asing. Pemerintah menyatakan persatuan internal tetap terjaga meski tekanan internasional meningkat.
Menteri Pertahanan Vladimir Padrino menyatakan angkatan bersenjata telah diaktifkan untuk menjamin kedaulatan nasional.
Padrino juga menuding operasi Amerika Serikat menewaskan tentara dan warga sipil Venezuela. Pemerintah menilai tindakan tersebut sebagai agresi paling serius dalam beberapa dekade terakhir.
Wakil Presiden Delcy Rodriguez ditunjuk sebagai pemimpin sementara dengan persetujuan Mahkamah Agung Venezuela.
Meski demikian, Rodriguez menegaskan bahwa Maduro tetap menjabat sebagai presiden sah negara itu. Pemerintah menolak klaim Amerika Serikat yang menyebut akan mengambil alih kendali Venezuela.
Di tengah situasi tegang, pemerintah Venezuela kembali menuding Amerika Serikat bermaksud menguasai sumber daya minyak nasional. Para pejabat menyerukan perlawanan terhadap tekanan ekonomi dan politik asing.(*)
