More

    Zona B Gurindam 12 Tepi Laut Tanjungpinang Dikosongkan Hari Ini, Tapi Proyek Jogging Track Masih Jadi Tanda Tanya

    Telegrapnews.com, Tanjungpinang – Suasana duka dan kebingungan menyelimuti seluruh pedagang yang berada di Zona B Gurindam 12 Tepi Laut Kota Tanjungpinang. Mereka diminta untuk segera angkat kaki dari lokasi tersebut karena area itu akan dijadikan lokasi pembangunan Jogging Track. Ironisnya, belum ada kepastian kapan proyek tersebut benar-benar akan dimulai!

    Hari Minggu, 29 Juni 2025, menjadi hari terakhir bagi para pedagang untuk berjualan. Mereka diberi tenggat waktu hingga hari ini, Senin, 30 Juni 2025 untuk mengosongkan lokasi secara total, tanpa kejelasan lebih lanjut.

    BACA JUGA:  Bantu Masyarakat, TNI Hadirkan Bazar Murah di Tanjungpinang

    “Kami belum tahu pasti kapan proyek itu mulai dikerjakan. Yang jelas, kami disuruh pindah dan hari ini jadi hari terakhir kami jualan di sini,” ujar salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya.

    Para pedagang mengaku hanya diberi instruksi untuk segera pindah ke Zona C. Tak sedikit dari mereka yang khawatir, perubahan lokasi bisa berdampak buruk terhadap pendapatan mereka.

    BACA JUGA:  Diterjang Cuaca Ekstrem! Dua Kapal Ferry Tanjungpinang–Batam Tertunda, Ratusan Penumpang Tertahan di Pelabuhan

    “Kami sudah kumpul di sini hari ini, bersiap-siap pindah ke Zona C. Mudah-mudahan rezeki kami nggak berkurang di tempat baru,” tambahnya dengan raut wajah penuh harap.

    Namun, di balik kepatuhan sebagian pedagang, ada pula yang mempertanyakan keputusan ini. Mereka memilih bertahan karena merasa belum ada tanda-tanda dimulainya proyek.

    “Ada yang tetap bertahan karena merasa belum ada aktivitas proyek. Mereka bertanya-tanya, kok kami disuruh pindah tapi lokasi masih kosong melompong,” tutupnya.

    BACA JUGA:  Batam Rawan Banjir, Wawako Li Claudia Soroti Pembangunan Ugal-ugalan dan Drainase Tersumbat

    Lebih mengherankan lagi, pantauan di lapangan tidak menemukan adanya petugas pemerintah yang turun langsung untuk memberikan sosialisasi atau edukasi terkait relokasi ini. Para pedagang pun terpaksa mengandalkan kabar dari mulut ke mulut tanpa pendampingan resmi.

    Langkah sepihak ini memicu keresahan. Warga berharap pemerintah memberikan penjelasan yang jelas agar tidak menambah kebingungan di tengah ketidakpastian ekonomi yang masih membayangi.

    Penulis: Fitriyadi

    Baca berita lainnya

    Leave a reply

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini