More

    Presiden Prabowo Jajaki Kerja Sama dengan 24 universitas top di Inggris

    Presiden Prabowo Subianto (empat kiri) menyambangi Lancaster House di London, Inggris, untuk menemui Wakil Perdana Menteri Inggris David Lammy dan memimpin pertemuan antara delegasi Pemerintah RI-Inggris bersama delegasi pengusaha asal Indonesia dan Inggris. ANTARA/Galih Pradipta.


    TelegrapNews.com – Presiden RI Prabowo Subianto, di hadapan 30 profesor yang merupakan pimpinan dari 24 universitas terkemuka di Inggris Raya, menjajaki penguatan kerja sama pendidikan di bidang kedokteran dan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

    Hal tersebut disampaikan Presiden dalam forum UK-Indonesia Education Roundtable yang digelar di London, Selasa (20/1), sebagaimana disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dalam catatan Seskab yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

    “Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah terhadap masa depan anak-anak Indonesia dalam UK-Indonesia Education Roundtable di London,” katanya.

    BACA JUGA:  Jelang HPN 2026, Pemprov Banten dan Panitia Gelar Rapat Koordinasi

    Pertemuan yang berlangsung selama sekitar dua jam itu dihadiri 30 profesor perguruan tinggi papan atas di Inggris.

    Mereka yang hadir, antara lain mewakili King’s College London, Imperial College London, University of Oxford, University of Cambridge, University of Edinburgh, London School of Economics, Queen Mary University, serta universitas unggulan lainnya.

    Di hadapan para akademisi tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan keinginan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dengan universitas-universitas Inggris, baik melalui pengembangan kampus di Indonesia maupun kolaborasi langsung di Inggris.

    BACA JUGA:  Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah jadi Tersangka Kasus Pemerasan dan Gratifikasi

    Presiden juga menekankan bahwa pengiriman mahasiswa Indonesia ke luar negeri serta pembangunan dan penguatan institusi pendidikan tinggi di dalam negeri menjadi prioritas, khususnya pada bidang kedokteran dan Science, Technology, Engineering, and Mathematics.

    Presiden Prabowo merencanakan pembangunan 10 universitas baru yang berfokus pada pendidikan kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi sebagai bagian dari strategi pemerintah memenuhi kebutuhan dokter dan tenaga medis nasional.

    Kepala Negara mengatakan kondisi Indonesia masih kekurangan tenaga medis, dengan produksi sekitar 9.000 dokter per tahun, sementara kebutuhan terus meningkat seiring banyaknya dokter yang akan memasuki masa pensiun.

    BACA JUGA:  Eks Menteri Pendidikan Nadiem Makarim Mengaku Tak Menerima Uang Rp 809,59M Pengadaan Laptop Chromebook

    Untuk merealisasikan rencana tersebut, pemerintah membuka peluang kerja sama dengan perguruan tinggi terkemuka di Inggris yang telah menjalin kemitraan dengan sejumlah universitas di Indonesia.

    Kerja sama ini dinilai penting untuk meningkatkan mutu pendidikan dan layanan kesehatan, sekaligus mendukung target agar universitas-universitas baru tersebut dapat mulai menerima mahasiswa pada 2028 dengan standar kualitas dan lingkungan kampus yang aman serta menarik bagi tenaga pengajar internasional.(*)

    sumber: antara

    Baca berita lainnya

    Leave a reply

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini