More

    Iran Tak akan Berunding dengan AS, Tolak Tawaran Mediasi dari Beberapa Negara

    Dubes Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi. F. Istimewa

    TelegrapNews.com – Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi kembali menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah berunding dengan pihak musuh. Teheran juga tegas akan menolak tawaran mediasi sejumlah negara untuk melakukan perundingan dengan Amerika Serikat.

    Pernyataan itu disampaikan Dubes Boroujerdi saat ditemui di kediamannya di Jakarta, Kamis, (5/6/2026). merujuk pada pernyataan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang menyatakan Indonesia siap untuk memfasilitasi dialog agar kondisi keamanan dan kondusif dapat tercipta kembali dan kesediaan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi mediator.

    “Usulan dari pemerintah Indonesia, kami ingin menyampaikan bahwa kami tidak ada negosiasi dalam bentuk apa pun dengan kaum musuh, dikarenakan kami sudah tidak percaya dengan yang namanya negosiasi,” kata Dubes Boroujerdi dilansir dari antara, Kamis (5/3/2026).

    BACA JUGA:  Kebakaran Los Angeles Kerugian Capai Rp 4.066 Triliun, Lebih Besar dari Bantuan AS ke Israel Sejak 1959

    Iran telah melalukan negosiasi dengan Amerika Serikat sebanyak tiga kali, dan selalu berujung Washington yang melanggar perjanjian atau melancarkan serangan.

    Dia merinci, negosiasi pertama terkait nuklir yang telah mencapai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA)—kesepakatan internasional mengenai program nuklir Iran yang dicapai pada 2015 antara Iran dan negara-negara besar dunia. AS kemudian menarik diri dari perjanjian

    BACA JUGA:  Suara dari Gaza: Bantuan Terputus, Kehidupan Nyaris Mustahil

    “Negosiasi kedua adalah lima putaran kami melakukan negosiasi dengan mereka dan di tengah-tengah negosiasi mereka telah menyerang negara kami,” ucapnya merujuk pada serangan Juni 2025 lalu.

    Adapun negosiasi ketiga adalah yang ketika itu berlangsung dengan Oman bertindak sebagai mediator.

    Delegasi Iran dan AS sedang melakukan negosiasi tak langsung putaran ketiga di Jenewa, Swiss, sebelum akhirnya operasi militer AS-Iran dilancarkan.

    Merujuk pada negosiasi yang berakhir di tengah jalan, Dubes Boroujerdi menekankan bahwa untuk kali ini, Iran tidak akan membuka ruang negosiasi dan akan memperjuangkan kemenangan Iran.

    BACA JUGA:  Gencatan Senjata Israel-Hamas Berlaku, Ribuan Warga Gaza Mulai Kembali ke Rumah

    “Ini berkaitan dengan komitmen terhadap sebuah negosiasi dan jaminan akan berlangsungnya sebuah negosiasi sampai pencapaian hasil. Untuk kali ini kami tidak akan menerima bentuk negosiasi apapun dan kami akan mengejar perang ini sampai kemenangan Iran,” ucapnya.

    Selain Indonesia, Presiden Rusia, Vladimir Putin turut menyampaikan kesiapan untuk menjadi mediator.

    Menurut pernyataan Kremlin, Putin menawarkan untuk bertindak sebagai perantara dengan menyampaikan keluhan UEA tentang serangan tersebut kepada Iran.

    Pemimpin Rusia itu menyampaikan penawaran tersebut saat sedang melakukan panggilan telepon dengan Presiden UEA Mohammed bin Zayed Al Nahyan.(*)

    sumber: antara

    Baca berita lainnya

    Leave a reply

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini