TelegrapNews.com – Anak panah demi anak panah melesat menuju sasaran. Di arena Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri VI 2026, kontingen panahan Kota Batam menunjukkan kelasnya. Dalam dua hari pertandingan, atlet-atlet Batam sukses mengumpulkan tujuh medali emas, lima perak, dan satu perunggu.
Bukan sekadar deretan angka, raihan 13 medali itu memperlihatkan konsistensi para pemanah Batam dalam menghadapi persaingan. Empat emas tambahan pada Jumat (6/11/2026) menjadi bukti bahwa kekuatan Batam tersebar di berbagai divisi, bukan bertumpu pada satu nomor saja.
“Prestasi ini tentu membanggakan, tetapi perjuangan belum selesai. Kami berharap seluruh atlet tetap fokus, menjaga semangat, dan memberikan kemampuan terbaik untuk mengharumkan nama Kota Batam,” ujar Ketua Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Batam, Syamsul Paloh.
Empat medali emas pada hari kedua datang dari empat atlet berbeda. Muhammad Dzaky Athaillah berjaya di Divisi Compound, Syahdan Syahrudin menguasai Divisi Recurve, Meilanto Eko Santoso menjadi yang terbaik di Divisi Barebow, sedangkan Radhika Arya Tsaqif menyumbangkan emas dari Divisi Standar Nasional.
Perburuan medali Batam juga menghasilkan dua perak. Muhammad Rayhan Hervian meraih posisi kedua di Divisi Compound, sementara Eri Febrian menyumbangkan perak dari Divisi Barebow. Satu medali perunggu diraih Muhammad Ataya Naufal di Divisi Recurve.
Kemenangan tersebut melanjutkan catatan impresif pada hari pertama pertandingan, Kamis (5/11/2026). Saat itu, Batam lebih dulu mengamankan tiga emas melalui Dzaky Athaillah di Compound, Syahdan Syahrudin di Recurve, dan Eri Febrian di Barebow.
Tiga medali perak juga melengkapi hasil hari pertama. Masing-masing dipersembahkan Muhammad Rayhan Hervian, Radhika Arya Tsaqif, dan Meilanto Eko Santoso.
Menariknya, sejumlah nama kembali muncul dalam daftar peraih medali pada dua hari pertandingan. Dzaky dan Syahdan sama-sama menyumbangkan emas, sedangkan Rayhan, Radhika, dan Meilanto turut memperkuat perolehan medali kontingen Batam. Konsistensi tersebut menjadi modal penting dalam persaingan menuju akhir Porprov.
Syamsul Paloh menyebut capaian tersebut merupakan buah dari latihan, kedisiplinan, dan kerja keras atlet bersama tim pelatih. Namun, ia mengingatkan seluruh pemanah agar tidak terlena dengan hasil sementara.
Bagi Batam, perburuan medali belum berakhir. Setiap pertandingan berikutnya tetap membutuhkan konsentrasi, ketenangan, dan ketepatan bidikan.
Manager Kontingen Perpani Batam, Nurul Huda, juga mengapresiasi perjuangan para atlet. Menurutnya, tambahan empat emas pada Jumat menunjukkan persiapan dan kerja sama tim berjalan sesuai harapan.
“Alhamdulillah, hasil yang diraih atlet sangat membanggakan. Ini merupakan hasil kerja keras dan kekompakan seluruh tim. Kami akan terus memberikan dukungan agar para atlet bisa mempertahankan performa terbaiknya,” kata Nurul.
Apresiasi turut disampaikan Wakil Ketua Umum KONI Batam, Rinaldi Samjaya. Ia menilai prestasi panahan menjadi gambaran positif pembinaan olahraga di Batam yang mampu melahirkan atlet kompetitif di tingkat provinsi.
Rinaldi berharap keberhasilan tersebut menular kepada cabang olahraga lainnya. Menurutnya, perjuangan membawa nama Batam di Porprov bukan hanya tanggung jawab satu cabang olahraga, melainkan seluruh kontingen.
Dengan tujuh emas, lima perak, dan satu perunggu, panahan telah menjadi salah satu kekuatan penting Batam dalam perburuan medali Porprov Kepri VI 2026. Kini, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi agar bidikan emas tidak berhenti sampai di sini. (*)
