More

    Kunjungi Kantor Sementara PWI Pusat, Fadli Zon Bicara Perfilman Indonesia dan HPN 2025 Riau

    Telegrapnews.com, Jakarta — Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada Selasa siang (12/11) mengunjungi Pusat Perfilman H. Usmar Ismail (PPHUI) di Jakarta untuk bertemu dengan insan perfilman nasional serta menyaksikan langsung aktivitas Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat yang kini berkantor sementara di PPHUI.

    Mengenakan batik biru dengan kacamata bundar, Fadli Zon disambut Ketua Dewan Penasihat PWI Pusat, Ilham Bintang, Ketua Panitia Hari Pers Nasional (HPN) 2025 Marthen Slamet Susanto, dan sejumlah pengurus lainnya. Hadir pula tokoh perfilman Deddy Mizwar serta Ketua Yayasan PPHUI Sonny Pudjisasono yang mendampingi Fadli Zon dalam kunjungan ini.

    BACA JUGA:  Puan Maharani Kembali Terpilih Sebagai Ketua DPR RI Periode 2024-2029

    Ketua PWI Pusat Zulmansyah Sekedang menyatakan, meskipun PWI saat ini harus berkantor sementara di PPHUI karena persoalan internal di Gedung Dewan Pers, pihaknya tetap aktif dalam menjalankan kegiatan organisasi, termasuk persiapan HPN 2025 yang akan diadakan di Riau.

    Baca juga: PWI Gelar Kick-Off Hari Pers Nasional 2025 di TMII dan Pekanbaru, Usung Tema “Pers Berintegritas Menuju Indonesia Emas”

    Usai bertemu para pengurus PWI, Fadli Zon menghadiri acara peringatan tiga tahun penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada H. Usmar Ismail, sosok yang dikenal sebagai Bapak Perfilman Indonesia.

    BACA JUGA:  Prabowo dan Gibran Dilantik Besok: Apa Kata Para Ahli Tentang Masa Depan Indonesia?

    Acara ini sekaligus memperingati 16 tahun Gedung Sinematek Usmar Ismail sebagai Objek Vital Nasional di bidang Kebudayaan dan Pariwisata. Sinematek sendiri adalah ruang arsip film terbesar di Asia Tenggara yang menyimpan puluhan ribu dokumentasi film nasional, skenario, dan peralatan bersejarah.

    Peringatan ini dihadiri oleh ratusan insan perfilman, termasuk putra-putri almarhum Usmar Ismail serta sejumlah tokoh perfilman Indonesia seperti Raam Punjabi, Paramitha Rusady, Adi Bing Slamet, Yatie Octavia, dan Marcella Zalianty.

    Baca juga: Dua Kali Mangkir, Mantan Ketum PWI HCB Akhirnya Penuhi Panggilan Penyidik Polda Metro Jaya

    BACA JUGA:  Panitia Kongres PWI Meledak: “Kepri Sudah Final, Stop Ganggu!” – Saibansah Ditetapkan Peserta Sah

    Dari kalangan organisasi perfilman, hadir pula Deddy Mizwar, Ketua Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI), serta Djonny Sjafruddin, Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI).

    Usmar Ismail dikenal sebagai pelopor perfilman nasional. Karya filmnya yang berjudul Darah dan Doa, disyuting pertama kali pada 30 Maret 1950, diperingati sebagai Hari Film Nasional.

    Usmar Ismail juga pernah menjadi Ketua Umum PWI Pusat pada 1946-1947, menunjukkan peran pentingnya sebagai wartawan dan sineas dalam sejarah budaya dan perfilman Indonesia.

    Editor: dennirisman

    Baca berita lainnya

    Leave a reply

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini