More

    Batam Banjir Lagi! Permukiman dan Jalan di Marina hingga Sagulung Lumpuh

    Telegrapnews.com, Batam – Hujan deras yang mengguyur Kota Batam sejak Minggu pagi (18/5) menyebabkan banjir di sejumlah wilayah langganan seperti Batuaji, Sagulung, hingga Marina. Genangan air tidak hanya melumpuhkan arus lalu lintas, tapi juga menerjang rumah-rumah warga.

    Wilayah Marina Raya dan jalan menuju Pelabuhan Sagulung menjadi titik banjir terparah. Air merendam badan jalan hingga masuk ke dalam rumah warga. Warga pun panik menyelamatkan barang berharga dan perabotan.

    BACA JUGA:  Progres Konstruksi Bundaran Punggur, Batam, Capai 75,99%, Target Selesai Desember Ini

    “Tiap hujan langsung naik air. Ini sangat merepotkan. Dari jalan sampai ke perumahan,” keluh Fauzi, warga Marina Raya.

    Di sekitar jalan menuju Pelabuhan Sagulung, banjir menutupi lubang-lubang jalan yang sudah rusak. Kondisi ini membahayakan pengendara, terutama sepeda motor. Sejumlah kendaraan mogok dan terjebak, bahkan satu truk harus ditarik dari dalam genangan.

    “Saya hampir jatuh karena tidak lihat ada lubang di tengah banjir,” ujar Riki, pengendara yang melintas.

    BACA JUGA:  Bea Cukai Batam Tangkap DPO Kasus Penyelundupan 100 Handphone Bekas di Bandara Hang Nadim

    Di kawasan Perumahan Marina Raya, banjir disebabkan oleh drainase yang tak berfungsi maksimal. Hujan deras membuat saluran air meluap ke jalan dan permukiman. Fauzi menyebut proyek pematangan lahan memperparah situasi.

    “Drainasenya memang sudah lama bermasalah. Banyak yang tersumbat sampah dan tanah. Sekarang banyak proyek di sepanjang jalur air,” ujarnya.

    “Kalau jalur ke arah Marina City itu tersumbat, pasti banjir. Pemerintah harus segera turun tangan.”

    BACA JUGA:  Ribuan Buruh Siap Guncang Batam! 9 Tuntutan KRB, dari Hapus Outsourcing hingga Naikkan UMK 2026

    Tanggapan Bina Marga Batam

    Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Suhar, mengatakan persoalan banjir di Batam harus ditangani menyeluruh dari hulu hingga hilir.

    “Proyek pematangan lahan atau reklamasi harus benar-benar memperhatikan dampak lingkungan, terutama risiko banjir,” jelasnya.

    Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi dan pengawasan ketat terhadap proyek pengembangan lahan agar aliran air tidak terganggu.

    Editor: dr

    Baca berita lainnya

    Leave a reply

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini