More

    Blackout Kota Batam, Ta’in Komari : Ulah Monyet itu Tak Logis

    Tain Komari. f. Istimewa

    TelegrapNews.com – Gangguan sistem kelistrikan di Kota Batam yang menyebabkan pemadaman listrik secara menyeluruh alias Blackout pada Senin (12/10/2026) menjadi sorotan. Menurut laporan awal PLN Batam, gangguan tersebut diduga disebabkan masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan,Sekupang. Tetapi penyebab pasti kejadian masih dalam proses investigasi.

    Ketua LSM Kelompok Diskusi Anti 86 (Kodat86) Ta’in Komari SS atau akrab disapa Cak Ta’in mengomentari persoalan gangguan yang disebabkan oleh monyet tersebut.

    “Soal penyebab blackout listrik akibat ulah monyet, kok sama sekali gak ilmiah dan logis gitu. Kalau hanya monyet masuk gardu induk, kenapa bisa sampai blackout semua wilayah kerja? Itu tidak masuk akal.” ungkap Cak Ta’in pada TelegrapNews Rabu (14/10/2026).

    BACA JUGA:  Perkuat Sinergi Dengan Komdigi, BP Batam Dorong Penguatan Komunikasi Publik Dan Transformasi Digital

    “Saya pikir-pikir sebaiknya PLN tidak membuat pernyataan konyol dah. Tunggu hasil investigasi tim Polda Kepri atau Kementrian ESDM terkait penyebab blackout tersebut.” tambahnya.

    Terjadinya blackout yang kemudian tidak dapat diatasi dalam waktu cepat, kurang lebih membutuhkan waktu 18 jam untuk kembali menyala. Dan bahkan di pagi hari Selasa (13/10/2026) kembali mati di beberapa wilayah di Kota Batam.

    BACA JUGA:  Visi Besar Pasangan ASLI: Air Bersih dan Kesehatan Terjangkau untuk Warga Batam

    “Kalau saya lihat itu lebih kepada sistem pusat, karena blackout seluruh wilayah bahkan bukan hanya di Batam, tetapi di Pinang dan Bintan. Sayangnya mereka tidak memiliki cadangan sistem dan magaimana cara mengantisipasi agar hal tersebut tidak terjadi.” ujarnya.

    Jika dilihat dari latar belakang Direktur Utama dan para Komisaris PLN Batam yang berbau politik, bukan atas dasar kompetensi dan profesionalisme itu yang menjadi alasan mendasarnya.

    BACA JUGA:  Gakkum KLHK Kepri Periksa Nakhoda MT MARS Dalam Kasus Limbah B3

    “Seharusnya negara tidak main-main untuk pelayanan publik yang besifat teknis ke kader politik dan keluarga, tapi harusnya diutamakan profesional murni dan mengikuti jenjang karier.” tambahnya.

    Dengan kondisi ini, kedudukan Dirut yang diduga memiliki hubungan dengan pejabat dan komisaris yang berbau politik harus di evaluasi.

    “Sepertinya yang memiliki hubungan dengan pejabat dan komisaris yang bebau politik itu layak dicopot lah, mereka tidak kompeten.” tutupnya(“)

    Baca berita lainnya

    Leave a reply

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini