More

    Diduga 5 Warga Tanjungpinang Terjebak Konflik Thailand-Kamboja, BP3MI Kepri Angkat Suara

    Telegrapnews.com, Tanjungpinang – Konflik memanas antara Thailand dan Kamboja kini menimbulkan kecemasan bagi keluarga pekerja migran Indonesia. Termasuk lima warga asal Kota Tanjungpinang yang dilaporkan masih berada di Kamboja. Informasi ini disampaikan oleh Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepri, Jumat (25/7).

    Ketua Tim Perlindungan BP3MI Kepri, Darman Sagala, mengungkapkan bahwa kelima warga tersebut saat ini berada di wilayah konflik, dan keluarganya sangat khawatir akan keselamatan mereka.

    BACA JUGA:  Rakerda Kejati Kepri 2024: Dorong Optimalisasi PNBP untuk Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

    “Ini laporan dari keluarga yang merasa anggota keluarganya bekerja di Kamboja,” ujar Darman.

    Namun, Darman menegaskan bahwa Kamboja bukanlah negara tujuan resmi penempatan PMI, sehingga data akurat sulit diperoleh.

    “Mayoritas dari mereka diduga bekerja secara ilegal atau sembunyi-sembunyi,” tambahnya.

    Sementara itu, pihak Kantor Imigrasi Tanjungpinang juga belum menerima laporan resmi mengenai WNI yang terdampak konflik ini.

    BACA JUGA:  BPD KKSS Batam Tolak Hasil Muswil ke-IV BPW Kepri, Tinggalkan Ruang Rapat

    “Sejauh ini belum ada laporan masuk,” kata Humas Imigrasi Tanjungpinang, Ryawantri.

    Situasi keamanan yang terus memburuk di perbatasan kedua negara dikhawatirkan meningkatkan risiko keselamatan bagi WNI, khususnya pekerja migran yang berada tanpa perlindungan resmi pemerintah.

    BP3MI Kepri mengimbau keluarga dan masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dan menghindari penempatan ilegal ke wilayah berkonflik agar tidak terjebak dalam situasi berbahaya.

    BACA JUGA:  Menjelang Pilkada 2024, Polda Kepri Lakukan Mutasi Besar-besaran

    Penulis: fitriyadi
    Editor: dr

    Baca berita lainnya

    Leave a reply

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini