
TelegrapNews.com- Aktivitas penimbunan dan bongkar muat Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar di sebuah gudang penampungan di daerah Punggur menjadi sorotan. Gudang BBM tersebut diduga milik seorang pengusaha berinisial CH yang juga aktif dalam bisnis property, hiburran,hotel dan gelanggang permainan. Jadi patut diduga, gudang solar ini juga ada hubungannya dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan CH.
“Setahu kami, gudang itu milik seorang pengusaha. Kalau tak salah dia punya beberapa gelper. Bukan hanya di Batam tapi di luar Batam juga. Bisa jadi ini ada hubungannya dengan TPPU,” Ujar seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya.
Berdasarkan informasi tersebut,sekitar sebulan tim redaksi TelegrapNews.com melakukan penelusuran, terungkap bahwa solar yang ditampung di gudang tersebut tidak hanya dari darat. Tetapi juga solar yang berasal dari kapal. Ada beberapa kapal kayu yang mendistribusikan minyaknya ke penampungan milik CH tersebut.
Kapal yang biasa mendistribusikan solar ke terduga pemilik gudang bermuatan 40 ton sampai 100 ton. Dan biasanya solar ini akan diantar ke gudang di darat pada malam hari.
Seorang warga punggur, Andi mengaku sering melihat mobil lori masuk ke gudang di dekat kantor perikanan tersebut. Demikian juga lori tangki keluar masuk ke gudang tersebut.
“Sangat sering lori keluar masuk ke sana. Biasanya malam hari. Jadi ramai itu kalau sudah malam hari,” katanya.
Di dalam gudang tersebut ada beberapa tangki besar berwarna orange. Diduga inilah tempat penampungan solar sebelum didistribusikan ke perusahaan dengan harga yang jauh lebih tinggi.
Pengawasan sangat ketat di sana. Ada beberapa petugas atau penjaga yang berpatroli untuk memastikan tidak ada pihak asing yang masuk atau mengawasi tempat tersebut.
Sementara pada sing hari, gudang tersebut akan terlihat sepi aktivitas. Ada orang berjaga. Tapi gudang dengan pagar spandek tersebut akan tertutup.
Redaksi TelegrapNews.com sudah mencoba melakukan konfirmasi kepada sejumlah pihak yang diduga terlibat dan bekerja di gudang tersebut. Tetapi hingga berita ini diterbitkan, CH yang diduga sebagai pemilik tidak memberikan keterangan. Demikian AP, admin dari CH juga tidak mau berkomentar. Isial W juga yang disebut sebagai pengawas gudang juga tidak mau memberikan keterangan. (*)
