More

    Kehadiran Ansar Ahmad di Pesta Budaya Bangso Batak Marsada Tak Menyalahi Aturan Pemilu, Kata Bawaslu Kepri

    Telegrapnews.com, Batam – Bawaslu Kepri memastikan bahwa tidak ada unsur pelanggaran dalam kehadiran calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri nomor urut 01, Ansar Ahmad dan Nyanyang Haris Pratamura, di acara Pesta Budaya Bangso Batak Marsada yang digelar di Alun-Alun Engku Putri, Kota Batam, pada Minggu (3/11/2024) malam.

    Keputusan ini diumumkan setelah Bawaslu Kepri menerima Laporan Hasil Pengawasan (LHP) dari tim pengawas lapangan pada Selasa, 5 November 2024.

    BACA JUGA:  2R, Rudi-Rafiq Kampanye di Tanjungpinang, Berkomitmen Jadikan Ibu Kota yang Maju

    Menurut Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Kepri, Maryamah, pengawasan langsung memastikan tidak ada tindakan kampanye atau penggunaan atribut kampanye yang melanggar aturan.

    “Pengawas memastikan bahwa kehadiran Ansar Ahmad tidak disertai tindakan kampanye atau penggunaan atribut kampanye yang melanggar aturan,” kata Maryamah.

    Acara budaya tersebut, yang merupakan kegiatan umum di fasilitas milik pemerintah, sempat menjadi perhatian karena dilangsungkan di tengah tahapan Pilkada. Selain Ansar Ahmad, pasangan calon Pilkada Batam, Amsakar Achmad – Li Claudia Chandra, juga turut hadir.

    BACA JUGA:  Tak Penuhi Kuorom, Sidang Paripurna DPR RI Pengesahan RUU Pilkada

    Maryamah mengungkapkan bahwa meskipun beberapa pendukung sempat terlihat mengenakan jaket bergambar pasangan calon, tim pengawas segera meminta mereka melepas atribut tersebut untuk mencegah kesalahpahaman.

    “Langkah ini adalah bentuk pencegahan dini dari pengawas,” ujarnya.

    Bawaslu Kepri menegaskan tetap membuka ruang bagi pihak-pihak yang memiliki bukti atau indikasi pelanggaran pemilu untuk melaporkannya.

    BACA JUGA:  Relawan SANUR dan Sahabat Bang HY Solidkan Dukungan untuk Ansar Ahmad Menuju Kepri Satu

    Maryamah juga mengimbau agar pejabat publik dan calon Pilkada berhati-hati dalam menghadiri acara-acara masyarakat demi menghindari persepsi negatif.

    “Kami memahami pentingnya kehadiran tokoh dalam acara budaya. Namun demi menjaga suasana Pilkada tetap kondusif, lebih baik menghindari kegiatan yang bisa disalahartikan,” pungkas Maryamah.

    Editor: denni risman

    Baca berita lainnya

    Leave a reply

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini