Hukum Kriminal

Kejati Kepri dan RSUD Raja Ahmad Tabib Teken Kerja Sama Hukum, Perkuat Layanan Kesehatan Berbasis Kepastian Hukum

Telegrapnews.com, Tanjungpinang – Dalam langkah strategis memperkuat sinergi antarlembaga dan menjamin kepastian hukum dalam pelayanan publik, Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kejati Kepri) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan RSUD Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau. Penandatanganan ini dilangsungkan pada Selasa (24/06/2025) di Aula Sasana Baharuddin Lopa Kejati Kepri, Tanjungpinang.

Hadir dalam acara ini Kepala Kejati Kepri, Teguh Subroto, S.H., M.H., beserta jajaran, serta Direktur RSUD RAT Kepri, dr. Bambang Utoyo, M.A.P., Sp.KKLP. Turut menyaksikan penandatanganan tersebut Kadis Kesehatan Kepri, Inspektorat Provinsi, Dewan Pengawas RSUD RAT, Karo Hukum, dan para pejabat terkait lainnya.

Direktur RSUD RAT Kepri, dr. Bambang Utoyo, menyampaikan bahwa kerja sama ini sangat krusial dalam mendampingi institusi layanan kesehatan yang berstatus BLUD untuk menghadapi berbagai tantangan hukum. “Dengan pendampingan dari Jaksa Pengacara Negara (JPN), kami berharap seluruh aspek administrasi dan pengelolaan rumah sakit berjalan sesuai hukum,” jelasnya.

Kerja sama ini meliputi:

  1. Bantuan hukum dalam perkara perdata dan tata usaha negara;
  2. Pertimbangan hukum seperti legal opinion, legal assistance, dan audit hukum;
  3. Tindakan hukum lain seperti mediasi dan fasilitasi penyelesaian hukum.

Kajati Kepri, Teguh Subroto, menyambut baik perjanjian ini dan menekankan bahwa ini merupakan kelanjutan hubungan baik antara Kejati dan Pemprov Kepri.

“Kerja sama ini adalah bentuk nyata kolaborasi untuk menjawab tantangan hukum dalam dunia kesehatan. Kami siap mendampingi RSUD RAT agar tetap berada dalam koridor hukum dan good governance,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Kajati Kepri juga menyampaikan duka mendalam atas insiden wafatnya seorang anak di RSUD Embung Fatimah Batam yang sempat viral. Ia menegaskan pentingnya mengedepankan keselamatan pasien di atas segalanya.

“Pelayanan kesehatan harus bebas dari hambatan administratif dan biaya. Kejaksaan siap mengawasi agar hak masyarakat atas kesehatan terlindungi,” tegasnya.

Perjanjian ini berlaku selama dua tahun dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan. Diharapkan, model kolaborasi ini menjadi inspirasi bagi lembaga lain untuk memperkuat sistem layanan publik yang adil, transparan, dan berbasis hukum di Kepulauan Riau.

Penulis: lcm

Share

Recent Posts

  • Batam

Daftar Parkir Berlangganan Kini Bisa di BCS Mall, Berapa Tarifnya?

TelegrapNews.com – Warga Batam kini bisa mengurus pendaftaran parkir berlangganan tanpa harus datang ke kantor…

37 menit ago
  • Batam

Hingga Triwulan III General Cargo Ddi Pelabuhan Batam Tembus 9,5 Juta Ton, Mobilitas Penumpang Capai 7,5 Juta Orang

Ilustrasi pelabuhan batam. F. Istimewa TelegrapNews.com— Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam mencatat kinerja…

4 jam ago
  • Kepri

Polri Larang Personel Pakai Vape, Polda Kepri akan Tindak Tegas Anggota yang Melanggar

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricilia Ohei. F. Istimewa TelegrapNews.com– Kepolisian Negara Republik…

7 jam ago
  • Batam

Cegah Balap Liar dan Kejahatan Jalanan, Polda Kepri Gelar Patroli Malam

TelegrapNews.com – Polda Kepulauan Riau (Kepri) meningkatkan patroli malam dan razia balap liar di sejumlah…

1 hari ago
  • Batam

Orasi di IIBN Batam, Purnomo Yusgiantoro Tekankan Strategi Hadapi Ancaman Siber

Purnomo Yusgiantoro foto bersama dengan manajemen IIBN. F. Istimewa TelegrapNews.com– Penguatan kecerdasan buatan atau Artificial…

2 hari ago
  • Otomotif

Honda Genio Tampil Makin Retro, Hadir dengan Warna Baru Vibrant Blue dan Glossy Grey

TelegrapNews.com – PT Astra Honda Motor (AHM) menyegarkan tampilan New Honda Genio dengan menghadirkan pilihan…

2 hari ago