Ekonomi

Kementerian LHK Izinkan Delapan Kelompok Tani di Batam Garap 1.079 Hektare Lahan Hutan

BATAM – Sebanyak delapan kelompok tani di Kota Batam telah menerima izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) untuk menggarap lahan hutan seluas 1.079 hektare.

Penyerahan Surat Keputusan (SK) izin pemanfaatan lahan hutan ini dilakukan oleh Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian LHK, sesuai dengan Peraturan Menteri LHK No P. 09 Tahun 2021.

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Unit II Batam, Lamhot Sinaga, menjelaskan bahwa lahan yang dapat dikelola oleh masyarakat di Batam termasuk dalam skema hutan kemasyarakatan.

Ia menegaskan bahwa izin pemanfaatan kawasan hutan ini hanya diberikan kepada warga asli sekitar dan akan dievaluasi setiap tahunnya.

“Tiap tahun kita evaluasi. Sehingga izin yang diberikan ini benar-benar sesuai peruntukannya,” ujar Lamhot.

Pemberian izin ini bertujuan agar masyarakat dapat memanfaatkan kawasan hutan di lingkungannya untuk kegiatan seperti pembibitan, penanaman, pemeliharaan. Serta pemanenan yang dapat menghasilkan nilai ekonomi. Namun, Lamhot juga menegaskan bahwa izin ini akan dicabut jika lahan hutan tersebut disalahgunakan.

Seperti dilansir jawapos, Jumat (23/8/2024), dari delapan kelompok tani yang mendapatkan izin, salah satunya adalah Kelompok Tani Mandiri Bersama di Tanjungriau, Sekupang. Kelompok ini diberi izin mengelola lahan seluas 119 hektare.

Kemudin, Kelompok Tani Purwo Lestari di Kelurahan Kibing, Batuaji, dengan izin seluas 113 hektare. Kelompok Tani Harapan Sukses di Tanjungriau, Sekupang, dengan alokasi 255 hektare.

Kelompok lainnya yang juga mendapat izin adalah Gapoktan Mangsang Bersatu di Kelurahan Mangsang, Seibeduk, dengan izin seluas 312 hektare. Lalu Kelompok Wisata Mangrove di Batu Besar, Nongsa, dengan lahan seluas 79 hektare.

Selain itu, ada pula Kelompok Tani Bukit Mata Kucing di Kelurahan Buliang, Batuaji. Kelompok tani ini mendapat izin untuk mengelola lahan hutan adalah 66 hektar.

Kelompok lainnya adalah kelompok tambak hutan mangrove di Kelurahan Tanjung Piayu dengan lahan seluas 78 hektare. Serta Kelompok Tani Kampung Wisata Mangrove Terpadu di Setokok, dengan izin seluas 56 hektare.

Penulis: jodeni

Share

Recent Posts

  • Hukum Kriminal

34 Orang Diamankan Dalam Operasi Sarang Narkoba

Polisi mengamankan sejumlah orang dalam operasi yang digelar Polda Kepri..f. istimewa TelegrapNews.com– Ditresnarkoba Polda Kepri…

15 jam ago
  • Hukum Kriminal

Polisi Ungkap Gudang Miras Ilegal, 8.644 Botol Disita dan SS Ditetapkan Tersangka dan Lai Cung Diburu Polisi

Konfrensi Pers pengungkapan gudang miras ilegal di Batam, dimana 8.644 botol disita. F. Humas Polresta…

1 hari ago
  • Kepri

Perkuat Sinergi dengan BP3MI untuk Cegah PMI Non Prosedural dan TPPO

Kapolda Kepri Irjen Pol Suhendri saat berkoordinasi dengan BP3MI. F. Istimewa TelegrapNews.com - Kapolda Kepulauan…

1 hari ago
  • Batam
  • News Update

Baru Diperbaiki Sudah Langsung Rusak, BP Batam akan Kembali Perbaiki “Jalan Bunting” di Sekitar Hotel Vista

F. Istimewa TelegrapNews.com- Badan Pengusahaan (BP) Batam akan melaksanakan pekerjaan peningkatan Jalan Gajah Mada di…

2 hari ago
  • News Update

Siapkan Ketahanan Air, BP Batam Buka Peluang Kerja Sama Kemitraan dan Pastikan Air untuk Data Center dari SWRO

F.Istimewa TelegrapNews.com— Badan Pengusahaan (BP) Batam terus melakukan berbagai penanganan taktis dan terukur untuk memastikan…

2 hari ago
  • Bintan

Pengurus PWI Bintan 2026–2029 Dilantik, Harjo Waluyo Serukan Kerjasama

Para pengurus PWI Binta foto bersama dengan pengurus PWI provinsi Kepri. F. Istimewa TelegrapNews.com –…

2 hari ago