Tanjung Pinang

Masa Depan Koperasi Merah Putih Dibahas di Kepri, DPD RI Dorong Harmonisasi Regulasi Pusat-Daerah‎

TelegrapNews.com, Tanjungpinang – Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menggelar Temu Konsultasi Legislasi Pusat-Daerah di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, pada Jumat (19/9). Diskusi yang berlangsung di Universitas Maritim Raja Ali Haji ini secara khusus mengurai permasalahan dualisme hukum yang menghambat pemberdayaan koperasi di daerah.

‎Ketua BULD DPD-RI, Stefanus Liow, menyatakan bahwa banyak peraturan daerah (Perda) tentang koperasi masih mengacu pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 yang sudah tidak relevan. Hal ini menimbulkan tumpang tindih dengan regulasi yang lebih baru.

‎”Kondisi ini menimbulkan dualisme hukum dengan hadirnya UU Cipta Kerja yang memperkenalkan norma baru terkait pendirian dan pengelolaan koperasi,” kata Stefanus Liow.

‎Dalam diskusi tersebut, BULD DPD RI menyerap banyak masukan dari akademisi dan pelaku koperasi yang mendorong agar regulasi daerah segera disesuaikan dengan UU Cipta Kerja. Menanggapi hal ini, Stefanus menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi tersebut.

‎”Nanti kita bakal koordinasi dengan Pemerintah Pusat juga. Masukan-masukan ini akan kita sampaikan dan akan kita adakan rapat dengar pendapat,” ujarnya.

‎Salah satu dampak paling nyata dari ketidakpastian hukum ini adalah terhambatnya program strategis nasional “Koperasi Merah Putih”. Program ini dinilai belum memiliki payung hukum yang kuat, sehingga pemerintah daerah dan desa ragu mengalokasikan anggaran dari APBD maupun dana desa karena khawatir terjerat masalah hukum.

‎Selain masalah regulasi, forum juga mengidentifikasi tantangan lain yang dihadapi koperasi, seperti lemahnya tata kelola kelembagaan, sulitnya akses permodalan, dan rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM) pengurus.

‎Anggota DPD RI asal Kepri, Ismeth Abdullah, berharap temu konsultasi ini dapat mendorong lahirnya peraturan yang benar-benar mendukung kebutuhan lokal dan memberikan solusi konkret atas berbagai permasalahan tersebut.

‎”Semoga ada efek nyatanya bagi masyarakat, khususnya bagi masyarakat Kepri ini,” pungkas Ismeth. (‎Aga)

Share

Recent Posts

  • Ekonomi

Perang AS-Israel vs Iran Meluas hingga ke Lebanon Sebabkan Rupiah Melemah

Ilustrasi rupiah melemah. f Istimewa TelegrapNews.com - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta,…

33 menit ago
  • Ekonomi

Perang Timur Tengah Terus Berlanjut, IHSG Berpotensi Melemah

Ilustrasi IHSG. F istimewa TelegrapNews.com - Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas…

4 jam ago
  • Kepri

Puslitbang Polri Teliti Optimalisasi Almatsus Dalmas dan Peran Polri Dalam Ketahanan Pangan di Polda Kepri

Polda Kepri terima kunjungan Tim Puslitbang Polri. F. Istimewa TelegrapNews.com – Polda Kepulauan Riau menerima…

5 jam ago
  • Info Cuaca

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 2-8 Maret 2026 di Sejumlah Daerah di Indonesia

Ilustrasi cuaca ekstrem. f freepik TelegrapNews.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi…

1 hari ago
  • Nasional

KPK Petakan Celah Korupsi di Program MBG, Terutama pasca Munculnya Dugaan Mark Up Harga Bahan Baku Pangan

Jubir KPK Budi Prasetyo. f dok berita nasional TelegrapNews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan…

1 hari ago
  • Batam

Wakapolda Kepri Hadiri Puncak Bazar Ramadan Nagoya Citywalk

Wakapolda Kepri Brigjen Pol Dr. Anom Wibowo, S.I.K, M.Si bersama Walikota dan Wakil Wali Kota…

1 hari ago