Headline

Pembebasan Lahan Proyek Rempang Eco City Tanggungjawab BP Batam, Bukan Pemerintah Pusat

Telegrapnews.com, Batam – Pembebasan lahan untuk proyek Rempang Eco-City menjadi tanggung jawab Badan Pengusahaan Batam (BP Batam). Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan (PTPP) Embun Sari dalam International Conference on Social Impact Assessment yang berlangsung di Hotel The Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, pada Selasa (17/9/2024).

“Rempang sudah diklaim sebagai tanah milik Otorita Batam. Jadi pengadaan tanahnya adalah Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (PDSK), yang tunduk pada Perpres Nomor 62 Tahun 2018,” ujar Embun.

Baca juga: Rempang Kembali Memanas, LBH Jakarta Rilis Video Intimidasi dan Kekerasan di Rempang Galang

Embun menjelaskan bahwa lahan yang bisa dibebaskan oleh Kementerian ATR/BPN adalah lahan yang bukan berstatus Aset Dalam Penguasaan (ADP). BP Batam sebagai pemilik aset akan memberikan ganti rugi untuk rumah atau tanaman masyarakat yang berada di atas lahan tersebut.

“Yang diselesaikan adalah penguasaan masyarakat, bukan pemilikan,” tegasnya.

Sementara itu, Kementerian ATR/BPN berfungsi sebagai pendukung dalam pembebasan lahan proyek Rempang. Sedangkan proses keseluruhannya dilaksanakan oleh tim terpadu yang dibentuk oleh Walikota yang juga selaku Kepala Otorita BP Batam.

Baca juga: Warga Pulau Rempang Kukuh Pertahankan Kampung dari PSN Rempang Eco City, Tolak Relokasi

Proyek Rempang Eco-City telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Permenko Bidang Perekonomian.

Nilai investasi mencapai Rp 381 triliun dan diproyeksikan dapat menyerap lebih dari 300.000 tenaga kerja.

Namun, proyek ini memicu konflik antara pemerintah dan masyarakat terkait pengosongan lahan. Warga enggan kehilangan tempat tinggal yang telah mereka huni secara turun-temurun.

Baca juga: Satu Tahun Pasca Penyerangan: Warga Pulau Rempang Gelar Peringatan dengan Tabur Bunga di Jembatan IV Barelang

Bentrokan antara masyarakat dan tim gabungan dari TNI, Polri, Direktorat Pengamanan BP Batam, dan Satpol PP terjadi pada Kamis (7/9/2023) lalu. Ini menunjukkan ketegangan yang terus meningkat.

Penulis: jd

Share

Recent Posts

  • Bintan

Gelar Operasional di Bintan, Kapolda Tekankan Deteksi Dini dan Keamanan Investasi

Polda Kepri gelar operasional di Bintan. F. Istimewa TelegrapNews.com– Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Asep…

2 jam ago
  • Batam

26 Tahun PIKORI BP Batam, Merawat Kebersamaan dan Terus Menebar Manfaat

Peringatan Hari Jadi Pikiri BP Batam. F. istimewa TelegrapNews.com - Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui…

12 jam ago
  • Kepri

Terkenal Humanis dan Dekat dengan Masyarakat, PWI Berikan Karikatur kepada Kombes Eddwi Kurniyanto

Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani memberikan penghargaan kepada Kombes Pos Eddwi. F. Dok PWi Kepri…

1 hari ago
  • Hukum Kriminal

Kabur ke Luar Negeri, Tukang Bagi Jatah Uang Ekstasi di THM Planet Diburu Polisi

Salah seorang tersangka yang kini diburu polisi. F. ChatGPT TelegrapNews.com- Dittipidnarkoba Bareskrim masih memburu tersangka…

1 hari ago
  • Kepri

Polda Kepri Peringati Haornas ke-43, Dorong Personel untuk Tetap Aktif dan Bugar

Polda Kepri saat memperingati Haornas. F. Istimewa TelegrapNews.com - Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Kepulauan…

1 hari ago
  • Hukum Kriminal

Uang Pembayaran Ribuan Ekstasi yang Didatangkan dari Malaysia Disimpan di Hotel Planet

Yuwanky dan Basri saat menjalani rekonstruksi terkait peredaran narkoba jaringan Planet. F. Istimewa TelegrapNews.com -…

2 hari ago