Nasional

Prabowo Sudah Tutup 240 BUMN, Target akan Tutup 800 perusahaan di Akhir Tahun

Presiden Prabowo Subianto. F. Istimewa

TelegrapNews.com – Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah telah menutup 240 badan usaha milik negara (BUMN) yang dinilai tidak beres dan menargetkan jumlah perusahaan yang ditutup mencapai 800 BUMN hingga akhir 2026.

“Sampai hari ini, kita sudah tutup 240 BUMN yang tidak beres, sudah kita tutup. Nanti akhir Juli ini akan 250 BUMN kita tutup,” kata Prabowo dalam peresmian lima bendungan yang berpusat di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat.

“Desember 31, 2026 akan tutup jumlahnya 800 BUMN yang tidak efisien, yang tidak pernah untung, yang merugi terus, kita tutup,” imbuhnya.

Prabowo menuturkan penutupan tersebut dilakukan terhadap BUMN yang tidak efisien, tidak pernah mencatatkan keuntungan, serta terus mengalami kerugian.

Ia mengungkapkan langkah penertiban tersebut telah menghasilkan penghematan anggaran yang mendekati Rp70 triliun, terutama dari komponen gaji direksi dan biaya operasional (overhead).

Prabowo mengaku terkejut mengetahui banyaknya jumlah BUMN di Indonesia setelah dilantik sebagai Presiden. Sebelumnya, ia memperkirakan jumlah BUMN hanya sekitar 300 hingga maksimal 400 perusahaan.

“Saya tidak pernah tahu bahwa BUMN kita begitu banyak. Perkiraan saya dari dulu BUMN kita ya 300, maksimal 400. Begitu saya dilantik jadi Presiden, baru saya diberi tahu BUMN kita 1.077,” ucapnya.

Kepala Negara menilai jumlah tersebut kemungkinan masih dapat bertambah apabila memperhitungkan keberadaan anak perusahaan, cucu perusahaan, hingga cicit perusahaan.

Menurut Prabowo, struktur perusahaan tersebut selama ini digunakan untuk menyembunyikan uang negara dan uang rakyat sehingga pemerintah melakukan langkah penertiban terhadap BUMN.

“Jangan-jangan ada lagi anak perusahaan, ada lagi cucu perusahaan, ada lagi cicit perusahaan, dan itu adalah cara mereka sembunyi, sembunyiin uang negara, sembunyiin uang rakyat. Ini kita tertibkan,” katanya dengan tegas.

Presiden juga mengungkapkan beberapa BUMN yang selama puluhan tahun mengalami kerugian kini mulai mencatatkan keuntungan. Terlebih saat ini Indonesia telah memiliki Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

“Sekarang sudah terbukti, pelan-pelan kita perbaiki. Garuda (Indonesia) tadinya mau dijual, saya larang. Sekarang sudah mulai bangkit. Bulan depan sudah mulai untung dari sekian puluh tahun rugi,” kata Prabowo.(*)

sumber:antara

Share

Recent Posts

  • Batam

Antrean BBM Mengular Pasca Blackout, Pertamina Pastikan Stok di Batam Aman

Antrean kendaraan mengular di SPBU Kapital Raya, Batamcentre setelah blackout melanda Batam pada Senin (12/10/2026).…

1 jam ago
  • Batam

Akademisi UIS Kritik PLN Batam soal Blackout, Desak Pembenahan Sistem Kelistrikan

Akademisi Universitas Ibnu Sina (UIS) Batam, Dr. Sumardin, SE., M.Si.f.istimewa TelegrapNews.com — Pemadaman listrik massal…

2 jam ago
  • Batam

PLN Batam Ungkap Dugaan Penyebab Blackout Belasan Jam, Monyet Masuk Gardu Induk

Suasana malam di Kota Batam pada hari kedua pasca-blackout, Selasa (13/10/2026). Aktivitas masyarakat berangsur kembali…

3 jam ago
  • News Update

Politeknik ‘Aisyiyah Batam Tawarkan Beasiswa untuk Anggota PWI Kepri

Direktur Politeknik ‘Aisyiyah Batam, Susanna, S.I.Kom., M.M., bersama ketua PWI Kepri Saibansah Dardani. F humas…

15 jam ago
  • Batam

Polda Kepri Perkenalkan Slogan Baru Polri, “Polisi Bersama Masyarakat”

Slogan baru Polri. F. Istimewa TelegrapNews.com – Polda Kepulauan Riau memperkenalkan slogan baru Polri, “Polisi…

18 jam ago
  • Batam

80 Persen Wilayah Batam Telah Terima Air, 319 Trip Mobil Tangki Disiapkan

Gedung BP Batam. F. Istimewa TelegrapNews.com - Pemulihan distribusi air minum di Kota Batam pasca…

18 jam ago