More

    Rupiah Diprediksi Menguat Seiring Potensi Gangguan Pasokan Global Reda

    Rupiah Melemah ke Rp16.018/US$, IHSG Ambruk di Awal Pekan: Ini Kata Gubernur BI
    Ilustrasi mata uang rupiah stabil terhadap dolar. F. Istimewa

    TelegrapNews.com – Nilai tukar rupiah pada Senin pagi bergerak datar 0 poin atau 0,00 persen menjadi Rp17.337 dolar AS, sama dari penutupan sebelumnya di level Rp17.337 per dolar AS.

    Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai rupiah berpotensi menguat seiring kekhawatiran gangguan pasokan global mereda.

    “Rupiah berpotensi menguat merespon pernyataan Trump yang akan ‘membebaskan’ kapal-kapal di Selat Hormuz meredakan kekhawatiran gangguan pasokan global, sehingga menekan harga minyak,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.

    BACA JUGA:  Penyelundupan 20 Kg Kuda Laut Dilindungi dari Batam ke Mesir Digagalkan Polisi, Modusnya Bikin Melongo!

    Mengutip Anadolu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa AS akan mulai mengawal kapal-kapal asing netral keluar dari Selat Hormuz yang digambarkan sebagai isyarat kemanusiaan terhadap negara-negara yang terjebak dalam konflik yang tak mereka ikuti.

    Trump mengatakan, kapal-kapal dari berbagai negara di dunia telah meminta bantuan AS setelah terjebak di jalur perairan tersebut.

    Presiden AS menyatakan telah menginstruksikan perwakilannya untuk memberi tahu negara-negara tersebut bahwa AS akan menggunakan “upaya terbaiknya” untuk memandu kapal dan awak mereka keluar dari jalur terlarang tersebut, menambahkan bahwa kapal-kapal tersebut tidak akan kembali sampai area tersebut aman untuk navigasi.

    BACA JUGA:  BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya Hadirkan Layanan Spesial di Hari Pelanggan Nasional

    Trump menamai inisiatif tersebut “Proyek Kebebasan,” mengatakan, banyak kapal yang terdampar kekurangan makanan dan kebutuhan pokok lainnya yang diperlukan untuk menjaga kesehatan awak kapal yang besar.

    Sentimen lainnya juga dipengaruhi dolar AS yang melemah selama akhir pekan seiring data manufaktur yang di bawah harapan dan intervensi yen terhadap dolar AS.

    “BoJ (Bank of Japan) mengintervensi untuk menguatkan yen pada hari Jumat (1/5), menyebabkan indeks dolar AS melorot,” ungkap dia.

    BACA JUGA:  AS Jadi Pasar Terbesar, Ekspor Batam Tumbuh Signifikan di Awal 2026

    Namun, penguatan rupiah diprediksi terbatas seiring investor menantikan data ekonomi Indonesia yang akan dirilis pada hari ini, antara lain data perdagangan dan inflasi.

    “Inflasi YoY (year on year) Indonesia diperkirakan akan turun dari 3,48 persen ke 3,0 persen, serta surplus diperkirakan berada di 4 miliar dolar AS,” kata Lukman.

    Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diperkirakan berkisar Rp17.250-Rp17.400 per dolar AS.(*)

    sumber: antara

    Baca berita lainnya

    Leave a reply

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini