
telegrapNews.com – Hingga saat ini kabut asap masih terlihat cukup pekat di Batam. Bahkan dalam beberapa pekan terakhir kabut asap ini sangat mengganggu. Pemko Batam melalui Dinas Pendidikan bahkan sempat memberlakukan sekolah daring.
Pada Senin 5 Oktober 2026 kemarin, udara di Batam masuk kategori tidak sehat. Penyebabnya kabut asap. Kabut asap yang menyelimuti langit Batam adalah asap kiriman dari Pulau Sumatera bagian Selatan.
Suratman, Koordinator Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengatakan udara saat ini berpengaruh terhadap jarak panjang dan kesehatan pernapasan.
“”Kondisi kualitas udara saat ini terpantau TIDAK SEHAT akibat kabut asap” ujar ujarnya.
Ia menambahkan, untuk potensi kebakaran hutan dan lahan di Batam tidak terpantau. “Wilayah Kepri terpantau mendapat kiriman asap dari wilayah pulau Sumatera bagian selatan. Kalau dari Kepri tidak ada,” tambahnya.
Sementara itu, Adi warga Batuaji mengatakan bahwa kualitas udara secara kasat mata memang sedang tidak sehat. “Kalau kita jalan naik motor, mata terkadang perih. Dan bau asap itu memang tercium,” katanya.
Ia berharap pemerintah Indonesia bisa segera mengatasi kebakaran ini sehingga kabut asap di sejumlah daerah di Indonesia termasuk di Batam segera teratasi. (*)
