More

    Trump Minta Netanyahu Kurangi Serangan ke Lebanon

     kebakaran yang disebabkan oleh serangan udara Israel di Beirut, Lebanon, Rabu (8/4/2026). f istimewa

    TelegrapNews.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dia telah meminta kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu untuk mengurangi serangan terhadap Lebanon, di tengah perundingan Washington dan Teheran untuk mengakhiri konflik Timur Tengah.

    “Saya berbicara dengan Bibi dan dia akan mengurangi serangan. Saya hanya berpikir kita harus sedikit lebih mengurangi serangan,” kata Trump kepada NBC News, Kamis (9/4), mengacu pada Netanyahu.

    BACA JUGA:  Rumah Sakit Al-Awda di Gaza Dikepung, Ibu Hamil Terpaksa Melahirkan di Jalan

    Trump juga mengatakan dia “sangat optimistis” akan potensi kesepakatan perdamaian antara AS dan Iran.

    Sebelumnya, Netanyahu mengatakan dia telah menginstruksikan kabinet Israel untuk memulai pembicaraan langsung dengan Lebanon untuk melucuti senjata gerakan Hizbullah dan membangun perdamaian antara kedua negara.

    Pada Selasa malam (7/4), Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran, dengan catatan bahwa Teheran telah setuju untuk membuka kembali Selat Hormuz.

    BACA JUGA:  Venezuela Nyatakan Solid Mendukung Presidennya Nicholas Maduro Usai Penangkapan Kontroversial oleh Amerika Serikat

    Baca juga: Indonesia kecam keras serangan Israel di Lebanon, serukan deeskalasi

    Menyusul pengumuman gencatan senjata, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengatakan Teheran akan memulai pembicaraan dengan AS di Islamabad, Jumat (10/4).

    Trump mengatakan penghentian serangan Israel di Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran karena gerakan Hizbullah. Namun, Iran menganggap ini sebagai pelanggaran gencatan senjata yang dicapai pihaknya dengan Washington.

    BACA JUGA:  Perang AS-Israel vs Iran Meluas hingga ke Lebanon Sebabkan Rupiah Melemah

    Gencatan senjata ini merupakan perkembangan positif setelah konflik terbaru di Timur Tengah, yang dipicu serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

    Sebagai balasan, Iran kemudian menyerang wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer AS di Timur Tengah, serta membatasi lalu lintas di Selat Hormuz—yang memicu gangguan pasokan dan lonjakan harga energi secara global.(*)

    sumber: antara

    Baca berita lainnya

    Leave a reply

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini