More

    Puting Beliung Sapu Kawasan Jodoh Batam, Warga Panik

    Telegrapnews.com, Batam – Hembusan angin puting beliung melanda kawasan Jodoh, Batam, Sabtu (3/5/2025) dini hari. Kejadian mendadak ini mengejutkan warga, terutama di sekitar Pasar Tos 3000. Suara angin yang menderu disertai debu berterbangan membuat sejumlah pedagang dan warga panik.

    Suasana malam yang semula tenang seketika berubah. Angin kencang membuat pasir di jalanan beterbangan, hingga menimbulkan kabut debu yang mengganggu pandangan. Warga yang berada di lokasi langsung mencari tempat berlindung, khawatir akan adanya sambaran petir.

    BACA JUGA:  Urang Minang di Tanjungpinang Sepakat Menangkan Rudi-Rafiq, Kepri Baru Jadi Harapan

    “Kami kaget, angin besar datang tiba-tiba. Pasir dan debu naik semua ke udara, banyak yang lari cari tempat aman,” ujar seorang pedagang di sekitar lokasi kejadian.

    Kepala Stasiun BMKG Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan, mengatakan bahwa fenomena ini merupakan dampak dari puncak musim penghujan yang tengah berlangsung.

    “Kalau awan sudah gelap, itu tanda-tanda awal. Angin kencang, petir, dan puting beliung bisa saja terjadi secara tiba-tiba,” kata Ramlan, Jumat (2/5/2025).

    BACA JUGA:  Ombudsman Kepri Kritik Kinerja BU-SPAM Batam, Sebut Layanan Air Bersih Gagal Penuhi Standar

    Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh awan cumulonimbus yang dikenal membawa potensi cuaca ekstrem.

    “Petir bisa menyambar ke tanah, mengenai pohon bahkan manusia. Kalau tak pakai alas kaki, tubuh bisa jadi penghantar arus listrik,” jelasnya.

    Ramlan mengimbau warga untuk menghindari berteduh di bawah pohon atau dekat tiang listrik saat cuaca buruk. Bangunan permanen lebih aman untuk dijadikan tempat berlindung.

    BACA JUGA:  Kevin Diks Resmi Gabung Timnas Indonesia, Justin Hubner: Pengalamannya Akan Bantu Tim Merah Putih

    “Puncak musim hujan diprediksi berlangsung hingga awal Juni. Kalau melihat awan hitam, jangan anggap remeh. Segera cari tempat aman,” tegasnya.

    Penulis: wawan

    Baca berita lainnya

    Leave a reply

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini