
TelegrapNews.com – Blackout Sumatera pada Jumat (22/5) lalu bukan karena sabotase. Penyelidikan Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri sejauh ini menduga padamnya aliran listrik beberapa provinsi di Sumatera itu disebabkan oleh gangguan cuaca.
Wakil Kepala Bareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin mengungkap hal itu dalam konferensi pers yang berlangsung di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan (Jaksel), pada Senin (25/5). Pihaknya memastikan hal itu setelah melakukan gelar perkara.
”Sampai dengan saat ini, bisa kami pastikan tidak ditemukan adanya indikasi sabotase ataupun unsur kesengajaan dalam peristiwa blackout tersebut,” kata Nunung.
Polisi sangat yakin blackout di Sumatera bukan karena sabotase karena anak buahnya sudah mengamankan barang bukti berupa kabel jaringan listrik yang bermasalah. Barang bukti itu diambil dari wilayah Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.
”Kenapa kami bisa pastikan ini bukan faktor sabotase, karena kerusakan atau putusnya kabel atau jaringan ini tidak rapi. Dia lebih bersifat atau berbentuk serabut seperti yang ada di depan kita rekan-rekan. Jadi, kalau itu sabotase pasti potongan-potongannya lebih rapi,” ucap Nunung.
Karena itu, jenderal bintang dua Polri tersebut meminta agar masyarakat tetap tenang dan tidak resah. Apalagi sampai terpengaruh oleh informasi-informasi yang tidak jelas sumbernya. Menurut dia, informasi telah terjadinya sabotase yang menyebabkan blackout di Sumatera berpotensi menyesatkan.
”Kami imbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak resah, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, serta adanya narasi-narasi yang menyesatkan bahwa seolah-olah ini adalah sabotase,” tegasnya.
Sebelumnya, Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pol Mohammad Irhamni, penyelidikan oleh instansinya dimulai dengan mengirimkan tim ke Desa Tempino, Mestong, Muaro Jambi pada Minggu (24/5). Dia menyebut, lokasi tersebut merupakan titik putus aliran listrik. Persinya pada Menara Sutet 175-176 milik PLN.
”Polisi menyelidiki penyebab blackout yang terjadi di beberapa wilayah Sumatera,” ungkap Irhamni dalam keterangan yang diterima oleh awak media di Jakarta.(*)
sumber:jawapos.com
