Nasional

Belasan ABK WNI Ditangkap di Thailand, Kemlu RI Berikan Bantuan Hukum

Ilustrasi nelayan sedang melaut. f Istimewa

TelegrapNews.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan bahwa belasan anak buah kapal (ABK) WNI yang ditangkap otoritas maritim Thailand di perairan Phuket awal pekan ini telah mendapat bantuan hukum dari Konsulat Republik Indonesia (KRI) setempat.

Dalam pernyataan tertulis, dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, Plt. Direktur Pelindungan PWNI Kemlu RI Heni Hamidah menyebut ada 19 WNI awak kapal nelayan yang ditangkap dalam operasi maritim pada Selasa (10/3) waktu Thailand, usai diduga melakukan aktivitas penangkapan ikan ilegal.

Dari 19 ABK WNI tersebut, diketahui terdapat seorang WNI yang masih berada di bawah umur, tepatnya berusia 16 tahun, kata dia. KRI Songkhla telah mendatangi para WNI untuk berkomunikasi dan memberikan bantuan logistik.

“KRI Songkhla terus berkoordinasi dengan otoritas Thailand untuk memastikan penanganan kasus berjalan sesuai prosedur, khususnya bagi ABK anak,” ucap Heni.

Berdasarkan komunikasi awal dengan para WNI, dipastikan mereka semua dalam kondisi sehat, kata pejabat di Kemlu RI itu.

Saat ini para ABK WNI tersebut berada di tahanan pengadilan di Phuket dan terdapat kemungkinan akan dipindahkan ke penjara provinsi untuk proses hukum lebih lanjut.

“Perwakilan RI akan terus memantau perkembangan kasus ini serta memastikan terpenuhinya hak-hak para WNI selama proses hukum berlangsung di Thailand,” demikian Heni.

Para ABK WNI tersebut diketahui berasal dari Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh, dan berasal dari dua kapal berbeda. Mereka dilaporkan masuk ke perairan negara tersebut secara ilegal.

Dua kapal asal Aceh Timur itu yakni KM Anak Manja 02 berbobot 26 gross ton (GT) dengan anak buah kapal 13 orang dan seorang kapten. Serta KM Jalur Gaza berbobot 7 GT dengan empat anak buah kapal dan seorang kapten.

Merespons peristiwa tersebut, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mengaku telah menyurati Menteri Luar Negeri (Menlu) RI untuk meminta perhatian pemerintah pusat terkait penangkapan para ABK dari wilayahnya.

“Kami menyurati Menteri Luar Negeri RI melalui Direktur Jenderal Perlindungan Warga Negara Indonesia terkait 19 nelayan Aceh Timur yang ditangkap dan ditahan otoritas Thailand,” kata Iskandar Usman Al-Farlaky yang dihubungi dari Banda Aceh, Sabtu.

Bupati Iskandar berharap Kemlu RI menindaklanjuti surat tersebut serta membantu memfasilitasi penanganan para ABK WNI agar mereka dapat segera pulang ke tanah air.(*)

sumber: antara

Share

Recent Posts

  • Batam

Sertifikasi Satpam di Kepri Diperluas, 120 Personel Ikuti Uji Gada Pratama

TelegrapNews.com — Sebanyak 120 personel satuan pengamanan (Satpam) dari berbagai wilayah di Kepulauan Riau mengikuti…

6 jam ago
  • Batam

Kumpul dan Serap Aspirasi Warga Bengkong Melalui Ngopi Bareng

Kapolda Kepri Irjen Pol Suhendri bersama warga Bengkong. F. Istimewa TelegrapNews.com – Kapolda Kepulauan Riau…

14 jam ago
  • Batam

Jalan Gajah Mada Ditargetkan Kembali Dibuka 1 November

Jalan gajah mada dekat hotel Vista. F. Istimewa TelegrapNews.com - Pembukaan Jalan Gajah Mada, tepatnya…

16 jam ago
  • Kepri

Peringati Sumpah Pemuda ke-98, Kapolda Kepri Tekankan Integritas dan Pengabdian Personel Polri

Upacara memperingati hari Sumpah Pemuda ke -98 di lapangan Bhayangkara Polda Kepri, Rabu (28/10/2026). F.…

1 hari ago
  • Kepri

PWI Kepri dan ASPPI Perkuat Sinergi Pariwisata, Siap Kolaborasi Lewat 3TM hingga Ekspedisi Daik Lingga

Pengurus PWI Kepri foto bersama dengan DPD ASPPI. F. Istimewa TelegrapNews.com — Persatuan Wartawan Indonesia…

1 hari ago
  • Hukum Kriminal

Ahli Uniba: Blokir Rekening Tanpa Alasan Sah Bisa Gerus Kepercayaan Nasabah

TelegrapNews.com – Pemblokiran rekening nasabah tidak bisa dilakukan secara sewenang-wenang. Bank harus memiliki dasar hukum…

1 hari ago