
TelegrapNews.com – PWI Kepri mengecam tindakan dari manajemen HH Club yang memajang foto Wakil Ketua PWI Kepri LCM di sejumlah tempat hiburan. Bukan hanya foto tulisan “Black List” di atas foto LCM tersebut dinilai sangat menjatuhkan martabat dan harga diri LCM.
“Kami dari PWI Kepri mengecam tindakan tersebut. Memasang wajah seseorang jangan seenaknya dong. Apalagi ada embel-embel black list. Itu pastinya sangat merugikan LCM sebagai anggota PWI Kepri,” kata Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani yang saat ini sedang berada di tanah suci Mekkah.
Ia menyebutkan bahwa label “black list” memiliki makna yang negatif. Artinya daftar hitam. Dalam berbagai hal istilah black list ini merujuk kepada seseorang yang dianggap bermasalah atau tidak dipercaya.
“Nah posisi LCM ini selain wakil ketua di PWI Kepri juga adalah seorang pengusaha. Jadi narasi “Black List” kepada yang bersangkutan sangat merugikan,” katanya.
Menurut Saibansah, pihak manajemen HH Club seharusnya tidak langsung mengambil keputusan untuk memajang foto LCM dan menyematkan narasi “Balck List”. Apalagi LCM Mengaku membayar semua tagihan yang dikonsumsi pada saat itu. Dan permasalahan dengan pramusaji saat itu juga sudah dianggap selesai.
“Kenapa kita bilang selesai, tagihan semua sudah dibayar. Dan baru ketahuan foto yang bersangkutan dipajang dengan label “black list” pada sore hari di hari yang sama. Padahal kata LCM, kejadian salah paham dengan pramusaji adalah pukul 04.00 WIB,” katanya.
PWI Kepri berharap ada itikad baik dari pihak manajemen HH Club untuk memulihkan nama baik dari LCM. “Kerugian dari LCM sangat besar akibat kasus ini. Beberapa bisnis dan juga proyek terganggu,” tutupnya.
Sementara itu, ketua Dewan Kehormatan PWI Kepri Parna Edison Simarmata juga meminta agar HH Club bisa memulihkan nama baik LCM. Menurutnya, kasus tersebut sudah berdampak negatif untuk LCM baik sebagai seorang pengusaha dan juga sebagai wartawan yang menduduki posisi Wakil Ketua PWI Kepri.
“Saya berharap LCM yang merasa sudah dicemarkan nama baiknya untuk membuat laporan ke polisi. Sebenarnya awal kejadian harusnya kedua belah pihak bisa menyelesaikan secara kekeluargaan tanpa harus memajang foto LCM dengan narasi yang sangat jelek yaitu black list,” ujarnya.(*)
