Hukum Kriminal

Dibalik Penangkapan KM Rizki Laut IV dan KM Meneer: Siapa AS, DN, dan Bos “A” yang Tak Tersentuh Hukum?

Telegrapnews.com, Batam – Penangkapan kapal KM Rizki Laut-IV yang mengangkut 10 ton solar ilegal pada Mei 2025 lalu sempat menggegerkan publik. Namun, fakta mengejutkan muncul setelah penyelidikan lebih dalam. Pemilik BBM ilegal yang diduga kuat berperan sebagai “bos besar” tetap bebas, sementara nakhoda kapal dan anak buahnya yang digiring ke tahanan.

Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Zamrul, mengungkap bahwa operasi ini berawal dari laporan masyarakat tentang kapal kayu yang membawa solar tanpa dokumen resmi. Setelah disergap di perairan Tanjung Gundap, Batam, kapal langsung diamankan dan dibawa ke dermaga untuk penyelidikan.

Dari hasil pemeriksaan, solar itu didapatkan dari tengah laut dan milik seorang berinisial “AS”. Sementara operasi kapal dipandu oleh “DN” yang kini masih dalam penyelidikan.

KM Meneer ditangkap oleh Lantamal IV Batam (dok lantamal IV Batam)

Namun, kisah serupa terulang kembali pada Juni 2025 saat kapal KM Meneer membawa 20 ton solar ilegal berhasil digagalkan Lantamal IV Batam di perairan Batam.

Kapal yang disebut milik “A”, seorang pemain lama bisnis BBM ilegal di Lubuk Baja, diamankan saat hendak membongkar solar ilegal ke gudang di Tanjung Uncang.

Yang menghebohkan, meski bukti-bukti kuat mengindikasikan pelanggaran serius, pemilik kapal “A” hanya dikenakan sanksi administratif ringan oleh KSOP Batam. Sementara nakhoda dan pengurus kapal mendapat tekanan dan wajib mengurus dokumen ulang.

Kepala KSOP Batam, Takwin Masiku, menyatakan sanksi itu hanya berupa teguran administratif tanpa penahanan.

Siapa Pemain Besar Bisnis BBM Ilegal?

Publik pun bertanya-tanya, mengapa pemain besar dalam bisnis gelap ini bebas berkeliaran? Mengapa aparat hanya membidik nakhoda dan ABK, sementara pemilik sebenarnya lolos dari jeratan hukum?

Apalagi, gudang di Tanjung Uncang yang menjadi lokasi pembongkaran solar ilegal tersebut diduga dikuasai oleh “T”, sosok lain yang dianggap sebagai pemain lama dalam praktik BBM ilegal Batam.

Saat ini, kapal KM Meneer masih diamankan di Pelabuhan Batuampar dengan pengamanan ketat, sementara enam ABK yang terlibat masih menjalani pemeriksaan intensif. Namun, tanpa tindakan tegas terhadap aktor besar, kasus ini berpotensi hanya menjadi “panggung sandiwara” tanpa ujung.

Publik menuntut agar aparat penegak hukum segera mengungkap jaringan besar di balik praktik BBM ilegal ini. Apakah “A” dan “T” akan benar-benar bertanggung jawab, atau mereka akan terus lolos di balik jerat hukum?

Langkah berikutnya harusnya bukan hanya mengamankan kapal dan menangkap nakhoda, tapi juga membongkar siapa dalang besar yang mengendalikan bisnis haram BBM ilegal di Batam.

Editor: dr

Share

Recent Posts

  • Kepri

Polda Kepri Gelar Bakti Kebersihan di Rumah Ibadah dan Lingkungan Dukung Gerakan Indonesia Asri

foto bersama dengan pelajar. F Istimewa TelegrapNews.com - Polda Kepulauan Riau melalui jajaran Inspektorat Pengawasan…

14 jam ago
  • Batam

Dari Marseille ke Rotterdam, BP Batam Amankan Peluang Investasi Maritim

F.istimewa TelegrapNews.com - Marseille–Rotterdam — Batam sebagai kawasan yang berada di jalur pelayaran strategis seperti…

14 jam ago
  • News Update

Batam Surga Penyelundup, Bea Cukai Kembali Musnahkan Barang Selundupan Rp 27,5 Miliar

Bea Cukai memusnahkan barang ilegal di Desa air Cargo. F istimewa TelegrapNews.com- Bea Cukai Batam…

22 jam ago
  • Nasional

Kemenkes Dukung Pengembangan Layanan Prioritas di RSBP Batam

Tim dari BP Batam saat melakukan audiensi dengan Wamen Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus. F. Istimewa…

2 hari ago
  • Kepri

Amankan Pemasangan Plank Sekolah Merah Putih di Pulau Rempang

Apel pengamanan pemasangan Plank sekolah Merah Putih. F. Istimewa Batam – Polda Kepulauan Riau bersama…

2 hari ago
  • Nasional

Kadisnaker Banten Sambut PWI Kepri dalam Malam Keakraban Usai HPN 2026

TelegrapNews – Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Banten Septo Kalnadi menyambut hangat jajaran Persatuan…

2 hari ago