More

    Ekspor Ikan Batam ke Singapura Naik 7,5% di Kuartal I 2025, Target Capai 5.500 Ton

    Telegrapnews.com, Batam – Kota Batam mencatat peningkatan signifikan dalam ekspor ikan ke Singapura selama Triwulan I tahun 2025. Berdasarkan data Dinas Perikanan Batam, volume ekspor ikan naik sebesar 7,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan total pengiriman mencapai 1.571,36 ton dan nilai ekspor sebesar Rp69,7 miliar.

    Kepala Dinas Perikanan Batam, Yudi Admajianto, menyampaikan bahwa lonjakan ekspor ini dipicu oleh peningkatan produksi nelayan di perairan sekitar Batam, terutama pasca perayaan Imlek.

    “Jumlah ekspor meningkat 7,5% dari tahun 2024. Ini didorong oleh hasil tangkapan yang meningkat dari para nelayan,” ujarnya.

    BACA JUGA:  Harga Emas Naik di Batam: Antam Naik Rp4.000, UBS Melonjak Rp7.000 per Gram

    Dari data yang tercatat, bulan Maret menjadi pencapaian tertinggi dengan volume ekspor sebanyak 558,22 ton dan nilai Rp24 miliar, sementara Januari menjadi bulan dengan volume terendah, yaitu 490,75 ton dengan nilai Rp22,11 miliar.

    Untuk tahun 2025, Dinas Perikanan Batam menargetkan ekspor ikan ke Singapura mencapai 5.500 ton dengan nilai total sebesar Rp250 miliar. Komoditas utama yang diekspor meliputi ikan bernilai tinggi seperti kerapu, kakap, tenggiri, dan dingkis. Serta hasil laut lain seperti udang vaname, sotong, dan lobster.

    BACA JUGA:  Terlibat Tindak Pidana Orang, Polda Kepri Tangkap WNA Malaysia di Pelabuhan Batam Center

    “Jenis ikan yang paling stabil sepanjang tahun adalah kerapu dan kakap, sedangkan ikan dingkis biasanya meningkat di musim Imlek karena harganya naik,” jelas Yudi.

    Mayoritas hasil tangkapan berasal dari nelayan tradisional yang beroperasi di perairan dangkal sekitar pulau-pulau Batam seperti Belakangpadang dan Bulang. Kawasan ini dikenal memiliki banyak terumbu karang yang menjadi habitat ideal bagi ikan bernilai ekonomi tinggi.

    BACA JUGA:  Pertamina Patra Niaga Pastikan Ketersediaan Gas LPG 3 Kg Aman, Gelar Operasi Pasar untuk Atasi Kelangkaan

    Setelah ditangkap, ikan-ikan tersebut dikumpulkan oleh pengepul atau agen yang bertanggung jawab mengurus perizinan dan proses karantina sebelum dikirim ke Singapura.

    Pemeriksaan dilakukan secara ketat di Pelabuhan Belakangpadang oleh instansi terkait seperti Karantina, Imigrasi, dan Bea Cukai untuk memastikan kualitas dan kepatuhan ekspor.

    Dengan tren ekspor yang terus meningkat, sektor perikanan di Batam diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian daerah sekaligus memperkuat hubungan dagang antara Indonesia dan Singapura.

    Editor: dr

    Baca berita lainnya

    Leave a reply

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini