Batam

Fakta Baru Pembunuhan LC Dwi Putri: Video Rekayasa Picu Koko Lakukan Penganiayaan Maut

TelegrapNews.com, Batam — Polisi mengungkap fakta baru di balik tewasnya LC bernama Dwi Putri Aprilian Dini (25) di sebuah mess kawasan Jodoh Permai, Batam. Korban ditemukan dalam kondisi kritis pada Sabtu (29/11/2025) sebelum akhirnya meninggal di RS Elisabeth Sagulung.

Dwi Putri yang berasal dari Lampung diketahui bekerja sebagai pemandu lagu di salah satu KTV di Batam. Rekan-rekannya menyebut korban dikenal ramah dan tidak memiliki masalah pribadi dengan siapa pun.

Penyelidikan mengarah pada WL alias Koko, pria asal Medan yang terakhir bersama korban sebelum kejadian. Koko langsung diamankan Polsek Batuampar tak lama setelah laporan masuk. Polisi juga memeriksa istrinya, Ain alias Melika Levana alias Mami, terkait dugaan keterlibatan dalam kasus ini.

Dalam konferensi pers, Senin (1/12/2025), polisi membeberkan bahwa aksi kekerasan Koko dipicu oleh dua video rekayasa yang dibuat Mami. Salah satu video memperlihatkan Mami seolah dicekik korban. Hasil penyidikan memastikan rekaman tersebut palsu dan sengaja dibuat untuk memancing emosi Koko.

Terprovokasi rekaman itu, Koko melakukan penganiayaan brutal. Polisi menyebut Koko menendang dada dan leher korban, memukul wajah, kepala, kaki, serta tubuh korban menggunakan sapu lidi, hingga menyemprotkan air ke hidung korban saat mulutnya dilakban. Koko juga memerintahkan pembelian lakban dan pelepasan seluruh CCTV di lokasi.

Polisi menetapkan dua tersangka lain, yakni Putri Angelina alias Papi Tama dan Salmiati alias Papi Charles. Keduanya ikut mengawasi korban agar tidak keluar dari mess, membeli lakban hitam dan bening, membantu mengikat dan memborgol korban, serta melepas sembilan CCTV atas perintah Koko.

Sejumlah barang dari kamar korban telah disita, termasuk lakban dan perlengkapan lain yang digunakan dalam penganiayaan. Bukti tersebut menjadi dasar penyusunan kronologi lengkap kejadian.

Korban dinyatakan meninggal pada Sabtu (29/11/2025) sekitar pukul 00.30. Hasil visum memastikan kematian disebabkan kekerasan berulang. Polisi masih melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memperkuat unsur pidana terhadap seluruh tersangka.

Kegiatan penyidikan dan pengamanan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Batu Ampar Kompol Amru Abdullah S.I.K., M.Si. Ia memastikan seluruh proses berjalan ketat dan transparan.

Keluarga korban di Lampung kini menanti perkembangan penyidikan sambil menanggung duka mendalam atas kehilangan Dwi Putri.(Wan)

Share

Recent Posts

  • Kepri

Kapolda Kepri Ikuti Launching Ditres dan Satres PPA-PPO serta Bedah Buku Strategi Polri Pemberantasan TPPO

Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin saat mengikuti Launching Direktorat dan Satres PPA-PPO. F. Istimewa…

4 jam ago
  • Nasional

Presiden Prabowo Jajaki Kerja Sama dengan 24 universitas top di Inggris

Presiden Prabowo Subianto (empat kiri) menyambangi Lancaster House di London, Inggris, untuk menemui Wakil Perdana…

5 jam ago
  • Hukum Kriminal

KPK Resmi Tetapkan Wali Kota Madiun Sebagai Tersangka, Amankan Uang Rp 550 Juta saat OTT

gedung KPK. f. istimewa TelegrapNews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Wali Kota Madiun,…

10 jam ago
  • Nasional

Eks Wamenaker Akui Terima Uang Rp 3 Miliar Terkait Pengurusan Sertifikasi K3 di Kemenaker

Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer saat menghadiri sidang. f jawapos.com TelegrapNews.com - Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan…

1 hari ago
  • Nasional

KPK Tangkap Tangan Wali Kota Madiun dan Kadis PUPR Terkait Fee Proyek dan CSR

Wali Kota Madiun saat tiba di kantor KPK usai tangkap tangan terkait fee proyek. f.jawapos.com…

1 hari ago
  • Kepri

Sempena HPN, PWI Kepri Kirim Tiga Anggotanya untuk Ikuti Retret di Akmil

telegrapNews.com - Dalam rangka road to Hari Pers Nasional Tahun 2026, dan juga sebagai penguatan…

2 hari ago