More

    Kontingen Pesparawi Kepri Terlantar di Bandara Soekarno Hatta dan Batal Lomba di Manokwari, akan Tuntut Panitia

    Tidak bisa ikut lomba di Pesparawi Nasional, Kontingen PSW Kepri akhirnya melantunkan pujian di Bandara Soekarno Hatta. F. LPPD Tanjungpinang untuk TelegrapNews.com

    TelegrapNews.com – 27 Orang Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) dari Kepri harus memupus mimpinya untuk tampil di puncak Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat. Mereka harus balik ke Kepri meski sudah sempat terbang ke Jakarta.

    Tidak mudah bagi mereka untuk bisa terpilih dan mewakili Kepri ke Pesparawi Nasional. Dua tahun mereka berlatih dan mempersiapkan diri. Meski demikian, akhirnya mereka memutuskan untuk melantunkan dan memperdengarkan suara mereka lewat lagu pujian di Bandara Soekarno Hatta.

    BACA JUGA:  Menjelang Pilkada 2024, Polda Kepri Lakukan Mutasi Besar-besaran

    Ketua Lembaga Pengembangan Pesta Paduan Suara Gerejawi Daerah (LPPD) Kota Tanjungpinang, Ria Ukur Rindu Tondang, mengatakan bahwa timnya sudah jauh-jauh hari mempersiapkan diri untuk kegiatan Pesparawi ini. Mereka dari kontingen kategori Paduan Suara Wanita (PSW).

    “Kami dua tahun mempersiapkan ini. Kerugian sangat banyak, dan kami akan menuntut Panitia,” katanya.

    Para peserta kontingen pesparawi Kepri terlantar di Bandara Soekarno Hatta. F. LPPD Tanjungpinang untuk TelegrapNews.com

    Ria mengatakan, saat ini pihaknya sedang merinci apa saja yang menjadi kerugian mereka. “Kami sangat kecewa, kenapa kontingen yang lain bisa berangkat sementara kami tidak berangkat. Tidak ada panitia yang mendampingi kami,” jelasnya.

    BACA JUGA:  Timbunan Sampah Depan Gedung Bea Cukai Batam Sebarkan Aroma Busuk di Sekeliling Pusat Perkantoran Batu Ampar

    Ia mengatakan, sebelum keberangkatan mereka bahkan telah dilepas secara resmi oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura. “Jadi kami dilepas secara resmi pada 16 Juni,” ujarnya.

    Menurut Ria, sebelum keberangkatan panitia sempat menginformasikan bahwa mereka menjadi korban penipuan dari pihak agen perjalanan yang mengurus tiket pesawat. Tetapi panitia tak kunjung menyelesaikan masalah tersebut.

    BACA JUGA:  KLHK Merestui 6 WN Iran Naik MT Arman 114

    “ Kami ini hanya peserta, itu bukan urusan kami, kami hanya fokus untuk ikut lomba,” katanya.

    Mereka sempat berharap masalah tersebut akan selesai karena adanya booking tiket. Namun sesampainya di Bandara Soekarno Hatta, tiket resmi tak kunjung dikeluarkan. Hanya sebatas booking saja.

    “ Mengapa hanya kontingen kami yang tidak bisa berangkat, sementara kontingen lain tetap diberangkatkan,” tutupnya.(*)

    Baca berita lainnya

    Leave a reply

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini