Batam

Masyarakat Adat Melayu Desak Komisi VI DPR RI Segera Bahas Mafia Lahan di Batam, Panggil BP Batam

Telegrapnews.com, Batam – Masyarakat adat Melayu meminta agar Komisi VI DPR RI segera melanjutkan pembahasan terkait dugaan mafia lahan yang terjadi di Pulau Batam.

Mereka mendesak agar Komisi VI segera memanggil BP Batam dan menetapkan jadwal rapat dengar pendapat (RDP) sesuai dengan hasil kesimpulan RDP pada 4 Februari 2025 lalu.

Ketua Harian Saudagar Rumpun Melayu Provinsi Kepri, Dato’ Wira Zulkamirullah, menegaskan pentingnya kejelasan terkait masalah mafia lahan ini.

“Kami sudah rapat terkait dugaan mafia lahan ini ke Komisi VI kemarin, kami ingin ada kejelasan hasil RDP dengan Komisi VI DPR itu, harus ada jawabannya,” ujarnya dalam keterangan persnya pada Selasa, 11 Februari 2025.

Sebelumnya, masyarakat adat Melayu telah melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi VI DPR RI untuk membahas masalah terkait bangunan bersejarah, Hotel Purajaya Batam, yang dianggap menjadi saksi sejarah berdirinya Provinsi Kepulauan Riau dan memiliki arsitektur khas Melayu.

Masyarakat Adat Melayu Tidak Menentang Investasi

Zulkamirullah menjelaskan, meskipun masyarakat Melayu tidak menentang adanya investasi di Batam, mereka berharap agar masyarakat setempat juga diberi kesempatan untuk berkembang dan tidak digusur.

“Kami tidak pernah menolak adanya investasi masuk, kami suka karena itu membuat kampung kami jadi ramai, tapi tetap keadilan itu harus ada, janganlah yang sudah ada itu digeser, dibuang, diusir,” katanya.

Dia berharap, Komisi VI DPR dapat menemukan solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah mafia lahan yang merugikan masyarakat Melayu. Kasus seperti yang dialami oleh Purajaya Hotel bukanlah satu-satunya, karena masih banyak kasus serupa di Batam akibat mafia lahan.

Zulkamirullah menegaskan bahwa masyarakat Melayu percaya DPR dapat menyelesaikan masalah ini dengan memanggil BP Batam, yang diharapkan dapat mempercepat penyelesaian masalah lahan yang merugikan mereka.

Komisi VI sebelumnya telah menggelar RDP dengan sejumlah perwakilan masyarakat adat Melayu, termasuk membahas perobohan Hotel Purajaya Batam.

Wakil Ketua Komisi VI, Nurdin Halid, mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengkaji kebijakan dan keputusan BP Batam terkait pengelolaan lahan dan memanggil BP Batam serta tujuh perusahaan lainnya yang mengalami masalah serupa.

“Kami akan kaji apakah keputusan pencabutan tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Nurdin.

Komisi VI berjanji untuk memperjuangkan hak masyarakat adat Melayu dan mengevaluasi kebijakan BP Batam dalam pengelolaan alokasi lahan yang tumpang tindih.

Editor: dr

Share

Recent Posts

  • Batam

Hotel, Pusat Perbelaanjaan dan Kawasan Komersil Bisa Kerjasama dengan Pihak Swasta yang Berizin dalam Pengangkutan Sampah

Petugas kebersihan dari pihak swasta sedang melakukan pengangkutan sampah komersil. F. Istimewa TelegrapNews.com- Pemko Batam…

14 jam ago
  • Hukum Kriminal

Pelaku Curanmor di Batuaji Ditangkap Saat Menginap di Sebuah Hotel di Lubukbaja

Pelaku Curanmor PRPJ ditangkap polisi di sebuah hotel di Lubukbaja. F. Istimew TelegrapNews.com - Polsek…

20 jam ago
  • Batam

Batam Siaga El Nino, Agustus-September Diprediksi jadi Puncak Musim Kemarau

Ilustrasi musim kemarau. F. Istimewa TelegrapNews.com - Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memaksimalkan pengelolaan air…

22 jam ago
  • Nasional

KPK Sebut Mantan Menag Yaqut Siapkan 1 Juta Dolar AS untuk Pengaruhi Pansus Angket Haji DPR RI

Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas saat menjalani persidangan. F. Istimewa TelegrapNews.com - Jaksa Penuntut Umum…

24 jam ago
  • Batam

Belum Disensus, Jangan Khawatir Berikan Data Kepada Petugas

TelegrapNews.com- Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan oleh Badan…

1 hari ago
  • Batam

Apresiasi Mabes Polri, Ketua IPK Batam Devin Hutabarat Berharap Manajemen HH Club Planet 3.0 Pub & KTV Diproses Hukum

Ketua IPK Kota Batam Devin Hutabarat. F. Istimewa TelegrapNews.com- Penggrebekan HH Club Planet 3.0 Pub…

2 hari ago