Headline

Misteri AK: Tak Lulus Seleksi Kemenkomdigi, Terlibat dalam Pemblokiran Situs Judi Online

Telegrapnews.com, Jakarta – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengungkap keterlibatan pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) dalam praktik pengamanan situs judi online yang selama ini berusaha menghindari pemblokiran.

Kasus ini terungkap setelah kepolisian berhasil membongkar jaringan yang melibatkan situs perjudian online, salah satunya adalah Sultanmenang.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Wira Satya Triputra, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini dimulai dari penangkapan dua tersangka terkait perjudian online.

Baca juga: Pegawai Kementrian Komdigi Diduga Lindungi Seribu Situs Judi Online, Pungut Rp 8,5 Juta per Situs

Penyidik kemudian mengembangkan kasus ini lebih lanjut dan menemukan adanya keterlibatan pegawai Kemenkomdigi yang bertugas untuk menjaga agar situs judi online tersebut tetap beroperasi tanpa terblokir.

“Setelah dilakukan pengembangan, kami berhasil menangkap 15 orang pelaku. Sebanyak 11 orang di antaranya merupakan pegawai Kemenkomdigi. Dan 4 lainnya adalah warga sipil,” kata Wira dalam keterangan pers pada Selasa, 5 November 2024.

Dari 15 tersangka, tiga orang di antaranya berperan sebagai pengendali utama praktik pengamanan judi online, yaitu AK, AJ, dan A.

Tugas para pegawai Kemenkomdigi lainnya, lanjut Wira, adalah mengumpulkan daftar situs judi online yang kemudian disaring berdasarkan pembayaran yang diterima.

Pemblokiran situs dilakukan setiap dua minggu sekali, dengan situs yang tidak membayar akan dikeluarkan dari daftar pemblokiran.

Baca juga: Polda Metro Jaya Ungkap Kolaborasi Pegawai Kementerian Komdigi dalam Kasus Judi Online

Menurut Wira, AK, salah satu tersangka utama, menerima bayaran Rp 8,5 juta per situs judi online yang berhasil diamankan.

Namun, yang menjadi sorotan adalah kenyataan bahwa AK. Meskipun tidak lulus seleksi untuk menjadi tenaga pendukung teknis pemblokiran konten negatif di Kemenkomdigi pada akhir 2023, tetap dipekerjakan. Dia diberikan kewenangan untuk mengatur pemblokiran situs judi online.

Penyidik kini mendalami lebih lanjut bagaimana AK, yang bukan pegawai resmi Kemenkomdigi, bisa mengakses dan mengelola pemblokiran situs-situs judi online tersebut.

Kasus ini mencuatkan sejumlah pertanyaan mengenai proses seleksi dan pengawasan dalam lembaga pemerintah yang bertugas mengatur konten digital di Indonesia.

Sumber: tempo
Editor: dr

Share

Recent Posts

  • Olahraga

Bintang Pranata Raih Dua Podium di Moto4 Asia Cup Sepang

TelegrapNews.com – Pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM) tampil gemilang pada putaran kelima…

6 jam ago
  • News Update

Marching Band Batam Angkat Budaya Melayu di Piala Raja Hamengku Buwono X

TelegrapNews.com – Bahana Barelang Drum Corps (BBDC) Kota Batam akan memperkenalkan budaya Melayu melalui pertunjukan…

6 jam ago
  • Nasional

Bagir Manan Serukan Empat Langkah Perkuat Pers sebagai Pilar Keempat Demokrasi

Bagir Manan saat berada di gedung pers. F. Istimewa TelegrapNews.com— Ketua Pembina Forum Pimred Multimedia…

7 jam ago
  • News Update

Keluhan Parkir Liar di Bengkong Indah Atas Ditindaklanjuti, Pedagang dan Pengunjung Ditegur

TelegrapNews.com – Parkir kendaraan di bahu jalan kawasan Bengkong Indah Atas, Kecamatan Bengkong, menjadi perhatian…

7 jam ago
  • News Update

974 Penumpang Diduga Calon PMI Nonprosedural Ditunda Berangkat dari Batam

TelegrapNews.com – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menunda keberangkatan 974 penumpang yang diduga…

8 jam ago
  • Batam

Tak Ada Lampu Merah di Bundaran Kabil, Kapolda Turun Atur Lalu Lintas

TelegrapNews.com – Bundaran Kabil, Batam, belum dilengkapi lampu lalu lintas. Kondisi ini membuat pengaturan kendaraan…

9 jam ago