Headline

Revitalisasi Dermaga Kabil Molor, Proyek Senilai Rp 82 Miliar Terancam Gagal Tepat Waktu

Telegrapnews.com, Batam – Revitalisasi Kolam Dermaga Baru di Pelabuhan Curah Cair, Kabil, diprediksi mengalami keterlambatan penyelesaian akibat penundaan pelaksanaan oleh pemenang tender proyek. Proyek ini yang awalnya dijadwalkan dimulai tepat waktu, harus molor hingga enam bulan.

Berdasarkan data yang diperoleh, kontrak proyek ditandatangani pada 22 Desember 2023, disertai dengan pencairan uang muka sebesar 15 persen dari nilai kontrak.

Namun, proyek baru dapat dimulai pada Agustus 2024. Alasannya, kapal keruk yang diperlukan masih beroperasi di Bali dan belum tersedia di Batam.

Baca juga: Menjelang Pilkada 2024, Polda Kepri Lakukan Mutasi Besar-besaran

Proyek ini dimenangkan oleh konsorsium PT Karya Pembangunan Rezki dan PT Soga Tehnik Utama. Nilai kontrak adalah sebesar Rp 82 miliar dan target penyelesaian selama 365 hari kalender.

Proyek ini bertujuan untuk memperdalam kolam dermaga dan alur pelayaran di pelabuhan hingga mencapai kedalaman antara -6 meter hingga -12 meter.

Dalam kontrak disebutkan, hasil pengerukan akan dibuang ke dumping area yang terletak di laut Lagoi. Lokasinya sekitra 27 kilometer dari lokasi pengerukan.

Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa lokasi pembuangan hasil pengerukan berada tidak jauh dari proyek dermaga Kabil. Bukan di laut Lagoi seperti  dalam kontrak.

Saat dimintai keterangan, Kepala Bidang Humas BP Batam, Sazani, belum memberikan tanggapan terkait perkembangan proyek ini.

Baca juga: Kim Jong Un Eksekusi Mati 30 Pejabat Korea Utara Usai Banjir Mematikan

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Aris Mu’ajib, merupakan pejabat yang juga menangani Proyek Revitalisasi Dermaga Utara Pelabuhan Batu Ampar.

Dia saat ini tengah dalam penyelidikan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kepri.

Kedua proyek ini menggunakan dana dari Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Baca juga: PWI Prihatin atas Kekerasan terhadap Wartawan, Ketum PWI Pusat Zulmansyah Serukan Perlawanan

Keterlambatan ini menambah daftar panjang proyek infrastruktur yang mengalami kendala di Batam. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap operasional pelabuhan serta perekonomian daerah.

Penulis: lcm

Share

Recent Posts

  • Kepri

Sudah Berhubungan sejak 2014, Sekuntum Bunga di Hari Valentine dari Robby Kurniawan untuk Ayu Aulia

Ayu Aulia saat berkunjung ke Graha PWI Kepri. F. TelegrapNews.com TelegrapNews.com — “Valentine baru-baru ini…

9 jam ago
  • Kepri

Ayu Aulia Kunjungi Graha PWI Kepri Curhat Hubungannya dengan Bupati Bintan Roby Kurniawan

Ayu Aulia saat berkunjung ke Graha PWI Kepri. F. Dok TelegrapNews.com TelegrapNews.com - Selebgram Ayu…

16 jam ago
  • Kepri

Huzrin Hood Soroti Pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa yang akan Telan Anggaran Rp 101 Miliar

Huzrin Hood. f.wikipedia TelegrapNews.com – Tokoh pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Huzrin Hood, angkat suara…

2 hari ago
  • Batam

BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan OSS sejak September 2025 hingga September 2026

Gedung mall pelayanan publik. F. Istimewa TelegrapNews.com - Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat sebanyak 1.182…

2 hari ago
  • Batam

506 Ribu Batang Rokok Ilegal Diamankan, Potensi Kerugian Negara Capai Rp 493,6 Juta

Rokok yang diamankan bea cukai. F. Istimewa TelegrapNews.com - Bea Cukai Batam kembali memperkuat pengawasan…

2 hari ago
  • Kepri

Polda Kepri Hadiri Ziarah dan Tabur Bunga Peringatan Hari Jadi ke 24 Provinsi Kepri

Tabut bunga memperingati HUT Provinsi Kepri. F. Istimewa TelegrapNews.com – Polda Kepulauan Riau melalui Irwasda…

3 hari ago