Hukum Kriminal

Terungkap! Penipuan Rekrutmen Kerja Fiktif di Batam Rugikan 140 Pencari Kerja Rp105 Juta

Telegrapnews.com, Batam – Pengadilan Negeri Batam menggelar sidang perdana kasus penipuan rekrutmen kerja fiktif yang melibatkan dua terdakwa, Sinta Tamara dan Amyna Widyadhari. Dalam sidang dengan agenda pembacaan dakwaan tersebut, terungkap bahwa keduanya telah menipu sedikitnya 140 orang pencari kerja dengan janji palsu diterima bekerja di perusahaan manufaktur ternama di Batamindo, Mukakuning.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Abdullah membeberkan modus kedua terdakwa yang mengaku memiliki akses khusus dalam proses rekrutmen karyawan PT Sumitomo, perusahaan manufaktur asal Jepang yang beroperasi di Batam.

Para korban diminta menyerahkan uang antara Rp700.000 hingga Rp1.000.000 sebagai biaya formalitas agar bisa diterima sebagai operator produksi.

“Para korban percaya dan menyerahkan uang dengan harapan bisa diterima bekerja. Padahal, semua itu bohong,” ujar JPU Abdullah di hadapan majelis hakim yang diketuai Andi Bayu.

Penipuan ini berawal dari pengalaman pribadi Sinta Tamara, yang sejak 2020 sering gagal lolos seleksi kerja di Batam. Merasa frustrasi, pada Oktober 2024, Sinta merancang skema rekrutmen palsu bersama Amyna dengan menyebarkan lowongan kerja lewat WhatsApp.

Para korban pun tertarik, termasuk Herawati yang mengajak kerabat dan teman-temannya hingga total 140 orang ikut mendaftar dan menyerahkan uang. Sinta dan Amyna bahkan membentuk grup WhatsApp “PT SUMITOMO KLOTER 2”, menggunakan identitas palsu sebagai staf HRD, membuat kontrak kerja fiktif, dan menyediakan seragam dari pasar barang bekas untuk meyakinkan korban.

Pada 22 Februari 2025, 98 korban diundang ke rumah Amyna di kawasan Botania 1, Batam untuk menandatangani kontrak palsu dan memakai seragam, seolah-olah mereka resmi diterima bekerja.

“Faktanya, mereka bukan karyawan PT Sumitomo dan proses rekrutmen itu adalah tipu daya,” tegas jaksa Abdullah.

Total kerugian korban mencapai Rp105 juta. Kedua terdakwa dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP terkait tindak pidana bersama.

Sidang selanjutnya akan digelar pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi. Aparat penegak hukum mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap tawaran kerja yang tidak jelas sumber dan legalitasnya agar terhindar dari penipuan serupa.

Telegrapnews.com, Batam – Pengadilan Negeri Batam menggelar sidang perdana kasus penipuan rekrutmen kerja fiktif yang melibatkan dua terdakwa, Sinta Tamara dan Amyna Widyadhari. Dalam sidang dengan agenda pembacaan dakwaan tersebut, terungkap bahwa keduanya telah menipu sedikitnya 140 orang pencari kerja dengan janji palsu diterima bekerja di perusahaan manufaktur ternama di Batamindo, Mukakuning.

Modus Para Terdakwa

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Abdullah membeberkan modus kedua terdakwa yang mengaku memiliki akses khusus dalam proses rekrutmen karyawan PT Sumitomo, perusahaan manufaktur asal Jepang yang beroperasi di Batam.

Para korban diminta menyerahkan uang antara Rp700.000 hingga Rp1.000.000 sebagai biaya formalitas agar bisa diterima sebagai operator produksi.

“Para korban percaya dan menyerahkan uang dengan harapan bisa diterima bekerja. Padahal, semua itu bohong,” ujar JPU Abdullah di hadapan majelis hakim yang diketuai Andi Bayu.

Penipuan ini berawal dari pengalaman pribadi Sinta Tamara, yang sejak 2020 sering gagal lolos seleksi kerja di Batam. Merasa frustrasi, pada Oktober 2024, Sinta merancang skema rekrutmen palsu bersama Amyna dengan menyebarkan lowongan kerja lewat WhatsApp.

Para korban pun tertarik, termasuk Herawati yang mengajak kerabat dan teman-temannya hingga total 140 orang ikut mendaftar dan menyerahkan uang.

Sinta dan Amyna bahkan membentuk grup WhatsApp “PT SUMITOMO KLOTER 2”, menggunakan identitas palsu sebagai staf HRD, membuat kontrak kerja fiktif, dan menyediakan seragam dari pasar barang bekas untuk meyakinkan korban.

Pada 22 Februari 2025, 98 korban diundang ke rumah Amyna di kawasan Botania 1, Batam untuk menandatangani kontrak palsu dan memakai seragam, seolah-olah mereka resmi diterima bekerja.

“Faktanya, mereka bukan karyawan PT Sumitomo dan proses rekrutmen itu adalah tipu daya,” tegas jaksa Abdullah.

Total kerugian korban mencapai Rp105 juta. Kedua terdakwa dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP terkait tindak pidana bersama.

Sidang selanjutnya akan digelar pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi. Aparat penegak hukum mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap tawaran kerja yang tidak jelas sumber dan legalitasnya agar terhindar dari penipuan serupa.

Editor: jd

Share

Recent Posts

  • Hukum Kriminal

Samarkan Narkoba ke Kemasan Makanan Kering, BNN Ungkap Jaringan Penyelundupan Narkoba dari Malaysia

Ilustrasi berbagai jenis narkoba. F. Chatgpt TelegrapNews.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepri bersama…

9 jam ago
  • Hukum Kriminal

Diduga Simpan Narkoba Puluhan Kilogram, BNN Kepri Grebek Ruko di Batuampar

Terlihat mobil dinas milik BNN Kepri menunggu deoan ruko yang menjadi lokasi penggrebekan di Batuampar.…

11 jam ago
  • Nasional

Udara Jakarta Terburuk Keempat di Dunia, Ini Dia Daerah dengan Kualitas Udara Paling Tidak Sehat di Dunia

Ilustrasi kualitas udara yang buruk di Jakarta. F. Istimewa TelerapNews.com - Situs pemantau kualitas Udara…

16 jam ago
  • Nasional

1.583 WNI Jalani Proses Hukum di Johor Bahru,107 Orang Terima Bantuan Kemanusiaan

Sejumlah WNI Binaan di penjara di Johor Bharu Malaysia. F. Istimewa TelegrapNews.com - Menjelang HUT…

17 jam ago
  • Batam

Penerima Alokasi Wajib Laporkan Progres Pembangunan Maksimal 31 Agustus 2026

BP Batam bakal menerbitkan Perka baru soal lahan tidur di Batam (ilustrasi) TelegrapNews.com - Badan…

18 jam ago
  • Ekonomi

Harga Emas Naik Hingga Rp15 Ribu per Gram

Ilustrasi Emas. F . Istimewa TelegrapNews.com - Harga emas Antam, yang dipantau dari laman Logam…

2 hari ago