Batam

Viral! Penimbunan Sungai Picu Banjir di Baloi Indah, Warga Minta Penegakan Hukum

Telegrapnews.com, Batam – Warga Perumahan Kezia Baloi Indah, Kota Batam, mendesak Pemerintah Kota Batam dan aparat penegak hukum untuk segera menangani dugaan penimbunan ilegal di Daerah Aliran Sungai (DAS) yang telah menyebabkan banjir di lingkungan mereka.

Penimbunan terjadi di aliran sungai yang memisahkan Kezia Baloi Indah dan Permata Regency. Akibat aktivitas tersebut, sungai tak lagi mampu menampung debit air saat hujan deras mengguyur Batam selama dua hari berturut-turut. Ini menyebabkan air meluap dan menggenangi rumah-rumah warga yang sebelumnya aman dari banjir.

Ketua RT05/RW08, Ade, menjelaskan bahwa pada awalnya warga tidak mengetahui adanya penimbunan karena aktivitas tertutup oleh bangunan.

“Karena alatnya dari dinas, kami kira sedang dilakukan normalisasi. Tapi kenyataannya justru sungai makin sempit dan banjir pun datang,” ujar Ade, Sabtu (5/4).

Kecurigaan warga meningkat setelah mengetahui bahwa alat berat milik Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) digunakan untuk menimbun aliran sungai. Penimbunan dilakukan demi pembangunan jalan di atas lahan yang sejatinya merupakan bagian dari DAS.

“Kami sempat minta penjelasan ke pemerintah, tapi malah didatangi oknum yang menunjukkan Peta Lokasi pembangunan jalan di atas sungai. Di situlah semuanya mulai terungkap,” tambahnya.

Kondisi sungai kini memprihatinkan. Dari lebar awal sekitar 30 meter, aliran sungai kini menyempit drastis menjadi kurang dari 5 meter. Penimbunan dilakukan menggunakan puing-puing bangunan, sampah, dan tanah, yang masih terlihat menumpuk di lokasi.

Polda Kepri Panggil Sejumlah Saksi

Perkara ini menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Menyikapi hal itu, Polda Kepri bersama Pemko Batam langsung mengambil tindakan dengan menghentikan aktivitas penimbunan dan menarik alat berat DBMSDA dari lokasi.

Kasus ini kini dalam penyelidikan Subdit IV Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda Kepri. Pemanggilan saksi, termasuk dari pihak RT, kelurahan, dan kecamatan, dijadwalkan berlangsung pada 8–11 April 2025.

“Kami sedang menyusun kronologi dari awal hingga tingkat pengambilan kebijakan. Kami juga melibatkan ahli lingkungan dari ITB dan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Batam,” kata AKBP Zamrul Aini, Kasubdit IV Tipidter.

Zamrul menegaskan bahwa penyelidikan fokus pada dugaan pengrusakan lingkungan. Tim ahli akan turun langsung meninjau lokasi dan menilai dampak kerusakan yang ditimbulkan.

Warga berharap aparat penegak hukum bersikap tegas dan proses hukum berjalan cepat dan transparan. Mereka mendesak agar aliran sungai segera dinormalisasi demi mencegah banjir susulan dan menjaga kenyamanan lingkungan perumahan.

Editor: dr

Share

Recent Posts

  • Nasional

Usai Grebek Planet Group Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Dimutasi, Naik Pangkat jadi Perwira Tinggi Bintang Dua

Brigjen Pol Eko Hadi Santoso. F. Istimewa TelegrapNews.com - Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menjadi…

5 jam ago
  • Hukum Kriminal

Motif Sakit Hati, ART Aniaya Majikan hingga Meninggal di Rooftop Rumah di Jodoh

Ilustrasi meninggal dunia. F. Istimewa TelegrapNews.com - Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono mengatakan, pelaku…

5 jam ago
  • Nasional

Pengasuh Ponpes Tebuireng, Gus Kikin Terpilih jadi Ketua PBNU Periode 2026-2031

Gus Kikin terpilih menjadi ketua PBNU. F. dok antara TelegrapNews.com - Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng,…

5 jam ago
  • Batam

DPD IPK Kota Batam dan Provinsi Kepri Gelar HUT ke -57, Momentum Kobarkan Semangat Juang Pendiri

Ketua IPK Kota Batam Devin Hutabarat saat memotong kue ulang tahun dalam perayaan HUT IPK…

7 jam ago
  • Hukum Kriminal

Perempuan Ditemukan Tewas di Rooftop Rumahnya, Polisi Amankan ART Tiga Jam Setelah Laporan

Ilustrasi meninggal dunia. F. istimewa TelegrapNews.com - Warga Sei Jodoh, Batuampar dikejutkan dengan tewasnya seorang…

1 hari ago
  • Internasional

546 Orang Masih Hilang dan Dipastikan 16 Orang Tertimbun Longsor di China

Longsor yang terjadi di Tibet. Ratusan orang masih hilang. F. istimewa TelegrapNews.com - Korban tewas…

1 hari ago