Internasional

384 Wisatawan Hilang, 95 Orang Tewas Disapu Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Nepal

Banjir dan Tanah Longsor menyapu dan menimbun permukiman warga di perbatasan Nepal-Tibet. F. AFP/PRABIN RANABHAT

TelegrapNews.com – Banjir bandang hebat dan longsor terjadi di perbatasan Nepal-Tibet. Hingga saat ini jumlah korban tewas sudah mencapai 95 orang, termasuk dilaporkannya 384 wisatawan yang masih hilang. Wilayah terdampak masih diancam banjir susulan.

Dilansir dari Al-Jazeera, kepolisian Nepal , Abi Narayan Kafle mengatakan, banyaknya korban tewas setelah banjir besar menerjang sejumlah desa-desa di kawasan dekat perbatasan Tibet pada Rabu (26/8) waktu setempat. Banjir juga menghanyutkan jalan, jembatan dan sejumlah proyek pembangkit listrik. Dan jumlah korban ini kemungkinan besar akan terus bertambah.

Kepolisian Nepal menyebutkan 384 orang wisatawan dan pelancong dilaporkan hilang setelah banjir bandang itu berasal dari Nepal, India, Inggris, Afrika Selatan, Australia, dan Belanda. Sementara, kewarganegaraan dari banyak korban lainnya masih belum dapat dikonfirmasi.

Bencana itu terjadi sekitar pukul 08.30 waktu setempat (09.45 WIB). Sejumlah kantor polisi, kantor bea cukai, dan rumah warga tersapu banjir. Pihak berwenang memperkirakan masih banyak orang yang hilang.

Operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran digelar di kedua sisi perbatasan tersebut.

Longsor memutus akses jalan menuju pelabuhan dari sisi China serta jaringan komunikasi dan pasokan listrik, lapor Biro Manajemen Darurat Kabupaten Gyirong di Kota Xigaze.

Peringatan darurat dikeluarkan bagi masyarakat di wilayah hilir hingga Chitwan, distrik yang berbatasan dengan India.

Pihak berwenang mengerahkan tim penyelamat, termasuk helikopter. Personel lembaga keamanan negara dan warga setempat turut bergabung dalam operasi pencarian dan penyelamatan.

Juru bicara Pasukan Kepolisian Bersenjata Nepal Shailendra Thapa mengatakan banjir dan kerusakan tersebut kemungkinan disebabkan oleh jebolnya danau glasial di atas Sungai Bhotekoshi.

Di Katmandu, rumah sakit pemerintah dan fasilitas kesehatan yang dikelola lembaga keamanan disiapkan untuk menampung korban luka akibat bencana.

Rapat kabinet darurat sedang berlangsung, sementara Menteri Dalam Negeri Sudhan Gurung bersiap memberikan laporan kepada parlemen mengenai korban dan kerusakan di wilayah terdampak.

Kawasan Rasuwagadhi merupakan jalur wisatawan menuju wilayah Langtang, salah satu destinasi pendakian paling populer di Nepal. Jalur tersebut juga menjadi jalan bagi pelancong menuju Gunung Kailash dan Danau Mansarovar di China.(*)

Share

Recent Posts

  • Hukum Kriminal

Polda Kepri Pastikan Perkara Dugaan Kekerasan Terkait PG Djuwita Masih Dalam Proses Penyidikan‎

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H. F. Istimewa…

2 jam ago
  • Kepri

Secure Kepri, Secure Your Investments: Komitmen Polda Kepri Menjaga Kemanan demi Mendorong Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H TelegrapNews.com - Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda…

4 jam ago
  • Batam

Progres Capai 39,194 Persen, BP Batam Percepat Peningkatan Jalan Landing Point Fly Over – Simpang Lalan Madani

Peningkatan jalan Gajah Mada Flyover-Simpang Laluan Madani. F. Istimewa TelegrapNews.com - Kepala Badan Pengusahaan (BP)…

1 hari ago
  • Nasional

Polri Kerahkan 403 Personel untuk Edukasi dan Pencegahan Karhutla

Ilustrasi kebakaran lahan. F. Istimewa TelegrapNews.com - Polri mengerahkan sebanyak 403 personel sebagai Satgas Edukasi…

1 hari ago
  • Hukum Kriminal

Rumah Mewah di Sukajadi Dipolice Line, Yuwanky Terancam Dimiskinkan

Yuwanki (Kanan) yang kini menjadi DPO saat bersama dengan seorang karyawati HH Club sebelum digrbek…

1 hari ago
  • News Update

Natalia Butar-butar, Wanita Muda yang Melompat dari Jembatan I Barelang Ditemukan Selamat

Petugas mengevakuasi Natalia Butar-butar ke darat. Ia selamat setelah melompat dari jembatan Barelang. F. Istimewa…

2 hari ago