Batam

Batam Jadi ‘Sarang’ Produksi Rokok Ilegal, Negara Rugi Ratusan Miliar Tiap Tahun!

Telegrapnews.com, Batam – Di balik gemerlap geliat industri dan perdagangan, Batam ternyata menyimpan sisi kelam sebagai pusat produksi rokok ilegal. Rokok tanpa cukai yang diproduksi secara diam-diam ini disebut merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah setiap tahun!

Ironisnya, berbagai merek rokok populer seperti H&D, Manchester, hingga Luffman, diduga kuat diproduksi di Batam oleh mafia-mafia lama yang masih bebas berkeliaran.

Informasi yang dihimpun dari lapangan menyebutkan bahwa pengiriman rokok-rokok ilegal ini keluar Batam dilakukan melalui jalur-jalur gelap alias pelabuhan tikus, seperti di Jembatan 5 Barelang, Tanjung Riau, hingga Pelabuhan Sagulung.

“Soal rokok ilegal, bukan rahasia lagi. H&D, Manchester itu buatan Batam. Gak ada cukainya, milik pengusaha A,” ujar salah satu sumber terpercaya yang enggan disebutkan namanya, Jumat (27/06/2025).

Penyelundupan dilakukan menggunakan kapal-kapal kecil (pompong) menuju berbagai daerah di Sumatera, seperti Riau, Sumatera Barat, hingga Medan.

Aksi ini begitu rapi dan sistematis. Bahkan penangkapan demi penangkapan oleh aparat penegak hukum belum cukup membuat para mafia jera.

Kasus-kasus seperti terdakwa Dasky, yang diduga anak buah dari buronan kelas kakap Zulfikar (DPO), hanyalah sebagian kecil dari potret besar penyelundupan ini. Dasky diketahui membawa 90 karton rokok ilegal dari pelabuhan tikus di Dapur 12, Batuaji, dengan tujuan akhir Moro.

Potensi Kerugian Negara

Bea Cukai Batam pun tak tinggal diam. Dalam kurun empat bulan pertama tahun 2025, aparat telah menyita lebih dari 13,27 juta batang rokok ilegal, 1,4 juta gram HPTL, dan 1.920 liter minuman mengandung etil alkohol (MMEA).

Nilai total barang ilegal yang berhasil ditindak mencapai Rp37,5 miliar, dengan potensi kerugian negara sebesar Rp18,9 miliar.

Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah, menyatakan bahwa angka penindakan ini meningkat 3,5 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun sayangnya, semakin digempur, para mafia rokok justru semakin aktif dan cerdik dalam memutar siasat. Ini menunjukkan bahwa perlawanan terhadap bisnis haram ini masih jauh dari kata usai.

Batam kini bukan sekadar kawasan industri, tapi juga jadi ‘pabrik diam-diam’ bagi bisnis rokok ilegal yang mengguncang APBN!

Editor: jd

Share

Recent Posts

  • Kepri

Sudah Berhubungan sejak 2014, Sekuntum Bunga di Hari Valentine dari Robby Kurniawan untuk Ayu Aulia

Ayu Aulia saat berkunjung ke Graha PWI Kepri. F. TelegrapNews.com TelegrapNews.com — “Valentine baru-baru ini…

3 jam ago
  • Kepri

Ayu Aulia Kunjungi Graha PWI Kepri Curhat Hubungannya dengan Bupati Bintan Roby Kurniawan

Ayu Aulia saat berkunjung ke Graha PWI Kepri. F. Dok TelegrapNews.com TelegrapNews.com - Selebgram Ayu…

11 jam ago
  • Kepri

Huzrin Hood Soroti Pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa yang akan Telan Anggaran Rp 101 Miliar

Huzrin Hood. f.wikipedia TelegrapNews.com – Tokoh pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Huzrin Hood, angkat suara…

1 hari ago
  • Batam

BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan OSS sejak September 2025 hingga September 2026

Gedung mall pelayanan publik. F. Istimewa TelegrapNews.com - Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat sebanyak 1.182…

1 hari ago
  • Batam

506 Ribu Batang Rokok Ilegal Diamankan, Potensi Kerugian Negara Capai Rp 493,6 Juta

Rokok yang diamankan bea cukai. F. Istimewa TelegrapNews.com - Bea Cukai Batam kembali memperkuat pengawasan…

2 hari ago
  • Kepri

Polda Kepri Hadiri Ziarah dan Tabur Bunga Peringatan Hari Jadi ke 24 Provinsi Kepri

Tabut bunga memperingati HUT Provinsi Kepri. F. Istimewa TelegrapNews.com – Polda Kepulauan Riau melalui Irwasda…

2 hari ago